Friday, 16-04-2021 07:10:04 am
Home » Jendela Hati » OPINI : Cara Efektif Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

OPINI : Cara Efektif Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

(163 Views) November 17, 2020 8:00 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Kudus – Salah satu tanda kekuasaan allah adalah allah menciptakan manusia berpasang-pasang, selasa tgl (17/11/20).

Artinya allah telah berjanji kepada semua manusia, bahwa disetiap laki-laki maupun perempuan diciptakan pasti sudah ada jodohnya, tinggal bagaimana cara kita menjemputnya, ada yang dengan cara yang di ridhoi allah dan ada yang tidak.



Sebenarnya manusia sendiri mengetahui bahwa mereka mempunyai perasaan kecenderungan kepada lawan jenisnya, tapi tidak sedikit juga yang menyalah gunakan perasaan tersebut menjadi perbuatan yang di luar anjuran agama.

Perasaan dan fikiran-fikiran itu di timbulkan oleh daya tarik yang ada pada masing-masing mereka, yang menjadikan manusia satu tertarik kepada manusia lain.

Dalam agama islam, untuk mewujudkan kecenderungan tersebut adalah dengan cara menikah.

Perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan secara sah menurut negara dan agama mereka, agar masing-masing dari mereka mendapatkan ketentraman, ketenangan dan kasih sayang.

Rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah adalah idaman semua orang. Faktanya, menuju sakinah mawaddah wa rahmah ini tidaklah mudah.

Dalam perjalanannya akan banyak duri yang ditemui ketika dua pribadi disatukan dalam ikatan pernikahan.

Tak jarang perbedaan kepribadian, masalah perekonomian, ataupun perselingkuhan ini akan membawa perselisihan bila tak segera disikapi dengan bijak.

Pernikahan yang begitu indah di awal, lambat laun akan berhadapan dengan kenyataan.

Pasangan yang dulu ketika masa taaruf terlihat begitu indah, menjadi sosok yang berbeda saat hidup seatap berdua.

Di sinilah dibutuhkan saling memaklumi, pengertian, penerimaan, dan ketulusan dalam balutan takwa untuk menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan.

Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman atau damai.

Sebagaimana arti kata tersebut, keluarga yang sakinah adalah keluarga yang di dalamnya mempunyai ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarga.

Mawaddah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta yang membara, dan menggebu.

Keluarga yang mempunyai perasaan mawaddah tentunya memunculkan nafsu yang positif dalam aspek pernikahan.

Sedangkan Rahmah sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia.

Rahmah terbesar datangnya dari Allah yang diberikan kepada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaannya.

Sakinah Mawaddah wa Rahmah bukan ada secara tiba-tiba. Ia perlu dibangun bersama, lebih-lebih dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Melihat perceraian di indonesia yang sangat meningkat di sebabkan pertahanan pondasi dalam keluarga yang belum kuat.

Ia butuh upaya terbaik dari dua manusia yang terikat di dalamnya.

Apalagi ketika pernikahan ini tujuannya adalah mencapai jannah, maka butuh langkah tertentu untuk meraihnya.

Maka disini saya akan memberikan beberapa hal yang bisa diupayakan untuk menciptakan sakinah mawaddah wa rahmah dalam keluarga.

1. Komunikasi.

Tak ada masalah tak bisa diselesaikan selama terjalin komunikasi yang baik. Luangkan waktu bersama untuk duduk dan berbicara dari hati ke hati.

Ungkapkan dengan jujur dan terbuka apa harapan masing-masing terhadap pasangannya.

2. Berpikir positif.

Seberat apa pun masalah menghadang, biasakan berpikir positif tentang pasangan. Ketika suami sedang murung, jauhkan prasangka negatif bahwa dia sedang marah pada istrinya.

Bisa jadi dia hanya lelah atau sedang berpikir untuk mencari sumber baru bagi nafkah keluarga. Begitu sebaliknya, bila istri uring-uringan sikapi dengan tenang.

Istri itu hanya butuh lebih diberi perhatian, sentuhan bahkan sekadar pelukan untuk meredakan bad moodnya.

Stay positive, inilah yang akan menyelamatkan banyak hal insya Allah.

3. Hargai kepercayaan yang telah diberikan.

Jangan mudah mengumbar rahasia, masalah atau aib pasangan terutama ketika hal tersebut adalah hal yang sangat penting baginya.

Bila hal tersebut adalah masalah berat yang bahkan kita pun tak sanggup memikulnya sendirian, curhat pada Allah jauh lebih baik. Jadilah pendengar yang baik.

Ketika pasangan sedang berbicara, usahakan segala macam gadget, smartphone, HP, laptop dan semacamnya dijauhkan sementara.

Fokuskan perhatian padanya saja karena itu menunjukkan betapa penting arti dirinya bagi kita.

4. Memaafkan.

Manusia tempat salah dan lupa. Begitu juga dengan suami/istri. Memaafkan adalah kunci untuk membuka gerbang sakinah mawaddah wa rahmah agar jannah sedia menerimanya, insya Allah.

Apabila suami atau istri melakukan kesalahan, atau terjadi salah paham di antara mereka berdua, maka harus bersedia saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam.

Agar hubungan yang sempat merenggang akibat pertengkaran bisa kembali menjadi harmonis.

5. Saling menghormati.

Dalam hal ini, istri menghormati kesibukan suami dalam bekerja, dan suami menghormati kesibukan istri dalam mengurus rumah tangga.

Bahkan meski hal yang dilakukan pasangan tidak disukai, maka tetap harus dihormati.

Saling menghormati juga mencakup menghargai privasi pasangan, menghormati keluarga pasangan dan teman-teman pasangan. Serta memperlakukan pasangan dengan baik sebagai rekan hidup yang setara.

6. Saling melindungi dan mengingatkan dalam kebaikan.

Bila suami atau istri khilaf, maka tugas pasangannya lah untuk mengingatkan dan mengajaknya kembali ke jalan kebaikan. Demikian pula dalam hal melindungi dari keburukan, tugas kita sebagai suami atau istri adalah melindungi pasangan kita agar tidak terjerumus maksiat ataupun keburukan. Sebagai istri, kita wajib menjaga agar nafkah yang diberikan suami selalu bersih dan barokah. Jangan sampai ia memberikan kita nafkah dari hasil pekerjaan yang tidak halal.

7. Musyawarah dalam mencari solusi.

Dalam menyelesaikan masalah atau melakukan sesuatu yang menyangkut kepentingan bersama, hendaknya dimusyawarahkan terlebih dulu dengan pasangan, agar tidak terjadi cekcok di kemudian hari. Karena hakikatnya, menikah adalah berbagi hidup dengan pasangan yang kita pilih.

Allah menetapkan ketentuan-ketentuan hidup suami istri untuk mencapai kebahagiaan hidup, ketentraman jiwa, dan kerukunan hidup berumah tangga.

Apabila hal itu belum tercapai, mereka semestinya mengadakan introspeksi terhadap diri mereka sendiri, meneliti apa yang belum dapat mereka lakukan serta kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat.

Kemudian mereka menetapkan cara yang paling baik untuk berdamai dan memenuhi kekurangan tersebut sesuai dengan ketentuan -ketentuan Allah, sehingga tujuan perkawinan yang diharapkan itu tercapai, yaitu ketenangan, saling mencintai, dan kasih sayang.

Pernikahan adalah ibadah, sarana kita untuk semakin mendekat padaNya.

Maka di setiap langkahnya, seharusnya nilai ketakwaan  terus menyertai. Satu sama lain adalah partner yang akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Semoga upaya untuk menciptakan sakinah mawaddah wa rahmah di dunia ini akan berujung jannah di akhirat kelak, amin. (Iin Naimah)

Published by

Categorised in:

No comment for OPINI : Cara Efektif Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *