Wednesday, 22-09-2021 03:10:28 am
Home » Daerah » Uncategorized » Mengenal Situs Watu Payon di Desa Gunungsari – Pati

Mengenal Situs Watu Payon di Desa Gunungsari – Pati

(365 Views) September 12, 2021 12:25 pm | Published by | No comment

Suarapatinews.com – Pati. Banyak benda – benda berharga peninggalan sejarah tersebar di wilayah kabupaten Pati. Salah satunya adalah situs “Watu Payon” yang terletak di puncak Tremulus, merupakan rangkaian dari puncak gunung Muria.

Proses Penelitian Situs “Watu Payon” oleh Tim Arkeolog dari Balar D.I. Yogyakarta

Pada ketinggian 1.510 mdpl situs “Watu Payon” berada di lahan milik Perhutani KPH Pati yang berada di wilayah desa Gunungsari kecamatan Tlogowungu – Pati. Berada di puncak gunung dengan kondisi lingkungan yang asri, menjadikan lokasi ini menarik untuk dikunjungi oleh penikmat dan pecinta alam.



Foto Bersama Beberapa Komunitas yang Ikut Serta Dalam Kegiatan Pendakian ke Situs “Watu Payon”

Dinamakan “Watu Payon” menurut warga sekitar, karena benda yang diperkirakan peninggalan peradaban kuno tersebut menyerupai payon (atap dalam bahasa Jawa) dan memiliki pahatan berbentuk cakra yang ada kombinasi ornamen berbentuk phalus (alat kemaluan) pada permukaan bawahnya. Sedangkan benda tersebut memiliki ukuran panjang 115 cm, lebar 65 cm, dan tinggi 31 cm.

Mengetahui tentang informasi keberadaan situs “Watu Payon” tim dari Balai Arkeologi (Balar) D.I. Yogyakarta pada hari Minggu, (12/9) melakukan observasi awal pada situs tersebut.

Menurur Hary Priswanto, S.S selaku ketua tim, dilihat dari karakternya benda ini memang mirip dengan temuan-temuan di lereng Muria sebelumnya. Namun dilihat dari bentuk dan ukuranya benda seperti ini baru pertama kali ditemukan selama melakukan penelitian di gunung Muria, karena temuan sebelumya berupa Terakota, tutur Hery Priswanto, S.S.

“Benda ini merupakan Artefak yang terbuat dari batu Monolit yang dulunya dijadikan untuk aktifitas religi, misalnya ritual dan yang menarik lagi di bawah batu ini terdapat relief (hiasan) yang mana itu diduga bagian dari Cakra yang ada kaitanya dengan agama Hindu, sehingga pihaknya menarik kesimpulan sementara benda tersebut ada kaitanya dengan kesinambungan budaya mulai dari pra Hindu, zaman Hindu, dan paska Hindu sambung Hery Priswanto, S.S.

Disinggung mengenai kelanjutan penelitian Hery Priswanto, S.S menyampaikan untuk situs ” Watu Payon” ini dicukupkan kegiatan survei arkeologi dan pendataan yang nantinya akan muncul rekomendasi, sedangkan untuk kegiatan ekskavasi dirasa sulit dilakukan melihat dari lokasi yang cukup sulit ditempuh.

Terkait dengan pelestarian Hery Priswanto, S.S menyampaikan situs ini mempunyai nilai penting dan merupakan aset kabupaten Pati khususnya warga desa Gunungsari. “Jika aset ini tidak dijaga artinya hilang, rusak, atau berubah bentuk itu merupakan suatu kerugian tersendiri, karena benda ini tidak ada gantinya” ungkap Hery Priswanto, S.S.

“Harapan kami di lokasi ini nantinya dapat dipasang papan yang yang terkait dengan undang-undang cagar budaya dimana isi dari pasal-pasal tentang larangan untuk tidak mengubah, merusak dan memindah benda tersebut” pungkas Hery Priswanto, S.S.

Turut hadir dalam kegiatan pendakian ke situs “Watu Payon” dari komunitas Palupi (Pecinta Alam Sedulur Pati), Forum Pecinta Alam Pati, reporter Suara Pati News, komunitas “Semut Ijo, pendaki dari desa Pohgading – Gembong, serta beberapa warga desa. (Andik).

Published by

Categorised in:

No comment for Mengenal Situs Watu Payon di Desa Gunungsari – Pati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *