Saturday, 04-12-2021 02:17:15 pm
Home » Misteri » Runtuhnya Para Oknum Pemerintah Kalau Sampai Pabrik Semen Berdiri di Gunung Kendeng PATI

Runtuhnya Para Oknum Pemerintah Kalau Sampai Pabrik Semen Berdiri di Gunung Kendeng PATI

(5491 Views) August 22, 2017 5:07 am | Published by | 1 Comment

Suarapatinews. Pati – Selasa tgl (22/08/17) situs jejak sejarah peninggalan nenek moyang di pegunungan kendeng begitu menyimpan banyak misteri dan keghaiban tersendiri, selain potensi sumberdaya alamnya, banyak terdapat peninggalan sejarah berupa situs, pasarehan dan tempat pertapaan seperti halnya Watu Payung yang merupakan simbolisasi dari sejarah pewayangan, sebagai simbol sejarah peradaban paling tua di seluruh dunia.

LogoLicious_20170822_173059


Beberapa situs tersebut terartikulasikan dalam beberapa relief alam yang terdapat di pegunungan kendeng yang saat ini masih di yakini oleh para penduduk sebagai  bagian dari kesadaran simbolisnya dan kearifan lokal. Hal ini terlihat masih banyak para pengunjung yang datang sebagai bagian dari bentuk kesadaran kultural dan spiritualitas. Kekuatan simbolik situs kebudayaan yang ada di wilayah pegunungan kendeng memiliki ikatan kultutal.



Untuk itu pemerintah terkait perlu mengambil kebijakan untuk menetapkan kawasan ini sebagai kawasan karst yang dilindungi agar fungsinya tetap terjaga. Sehingga risiko bencana ekologis dan rusaknya nilai-nilai sejarah di kemudian hari dapat di hindari.

Begitu juga kajian alternatif untuk pengembangan kawasan yang terdapat di pegunungan kendeng sangat memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan. Sebagai dasar untuk mendapatkan hal- hal positif guna melihat keterangan para nara sumber terkait kajian pegunungan kendeng yang menyimpan banyak risalah ghaib yang sangat berarti.

Keyakinan Tertinggi di dunia berada di pertapaan watu payung, benarkah…..?

Sebagai dasar untuk mendapatkan keterangan tentang keyakinan tertinggi di dunia berada di watu payung, adalah berdasarkan para nara  sumber yang sengaja di rilis untuk bisa di yakini oleh para lelaku yang secara kebetulan mempunyai tujuan yang sama dan bermanfaat untuk banyak orang.
Seperti yang di kutip dari keterangan Eyang Paruji kelahiran 25 Maret 1955 alamat desa jimbaran Rt 07/03 Kec.Kayen Kab. Pati. Awal lelaku untuk mengenal dunia keyakinan berawal pada tahun 1981 di mulai dari perjalanan ke gunung nglinduk alas purwo dengan tirakatan sambil berpuasa.

Perjalanan selanjutnya di gunung saptorenggo puncak songolikur (29) dengan seringkali melakukan ritual meditasi tembus pandang. Selama di puncak (29) eyang Paruji mendapatkan petunjuk dari alam ghaib,” di suruh menyampaikan petuah kebaikan untuk orang yang mau menerima saja. istilah jawa di suruh ngemong.

Sehabis dari puncak (29) Eyang Paruji menuju ke alas ketangga banyu kidul Banyuwangi hingga di gunung sosronegoro lumajang jatim, dan berakhir ke pantai selatan parangkusumo menuju ke purikencono dan sutan wijoyo.

Dari sanalah,  beliau  mendapat petunjuk seperti yang di kutip penulis,” Ngger…! kowe bakal oleh wahyu keturunan sing moho kawoso supoyo nuturi uwong-uwong sing gelem,” ucap Eyang ….nggih sanggup. (Ngger..! kamu bakal mendapatkan wahyu dari keturunan yang maha kuasa, supaya menasehati bagi orang-orang yang mau,” jawab eyang…ya sanggup…

Selama lelaku yang di lakukan Eyang Paruji, telah terbuka pintu hatinya dan meyakini bahwa keberadaan alam ghaib patut untuk di hormati dan di rawat baik baik agar mau bersahabat. Menurut Eyang Paruji, keyakinan tertinggi di dunia ada di Pati tepatnya di watu payung.

Dan petunjuk yang didapat tentang ini sudah lama dan baru kali ini bisa di sampaikan. Selain di Pati, tidak ada lagi yang lainnya, dan keterangan saya ini bisa di pertanggung jawabkan,” imbuhnya. Bahkan di Pati ini banyak para supranatural terbanyak diseluruh dunia,” imbuhnya.

Mendengar pemerintah daerah Kabupaten Pati  hingga pusat, yang rencana mau membuat pabrik semen di area gunung kendeng, sehingga terjadi suap menyuap para pejabat terkait akan meloloskan pabrik semen, apa ada dampak buruk yang bersangkutan.

Berdasar keyakinan eyang Paruji, ia mengingatkan kepada pemerintah khususnya di Kabupaten Pati, agar tidak melanjutkan usahanya untuk membuat pabrik semen, apalagi mendapatkan suap, karena banyak alasan yang mendasar.

Diantaranya adalah lokasi gunung kendeng adalah untuk anak cucu supaya bisa makan, dan dampak buruknya bagi yang menerima suap untuk meloloskan pabrik semen, bukan hanya pada oknum itu sendiri tapi sampai anak turun temurun. Soal dampak buruknya tidak perlu kita jelaskan karena belum saatnya untuk di buka secara umum. Tapi yang jelas sudah pada tahu dampak buruk itu seperti apa,” ucap eyang paruji mengingatkan.

Menurut Eyang Paruji, keyakinan tertinggi berada di watu payung, walaupun pada umumnya telah mendengar bahwa keyakinan tertinggi berada di pantai selatan. Alasan yang mendasar kenapa keyakinan tertinggi berada di watu payung, karena pantai selatan berada pada naungan watu payung. Sehingga ratu pantai selatan (Ratu Kidul) bersatu dan mendapat tugas untuk mengayomi masyakat dari hal yang tidak baik.

Sedangkan orang yang mendapat anugerah dari watu payung itu sendiri menurut keyakinan eyang Paruji dari trah Pati dan  sudah ketemu langsung bahkan sudah interaksi semalam suntuk untuk meyakinkan kebenarnya. Namun, Eyang Paruji belum diperbolehkan menyampaikan dimuka umum karena belum mendapat ijin ,” pasalnya.

Lantas…bagaimana pendapat dari nara sumber muda yang bernama kang Sarhum atau dengan nama yang sebenarnya adalah Mukhilisin kelahiran dari dukuh sewunegaran desa Prawoto kecamatan Sukolilo Pati, tentang dunia keyakinan….?

Sejak kecil umur kang sarhum sekitar  8 tahun sudah mendapatkan bisikan ghaib. Semula dia tidak mengerti apa dunia ghaib itu dan apa sebenarnya yang baru di terimanya tentang bisikan ghaib itu…?

Selang beberapa hari kemudian, Kang Sarhum tiba-tiba mendapat wejangan dari sang kakek yang notabene mendapat wejangan dari dalang bernama Kasmo Saridin, dan kakeknya di suruh melakukan puasa selama 40 hari 40 malam ditanam di dalam tanah di lokasi makam Malowopati tempat bersemayam Angling Darma.

Umur 16 tahun, kang Sarhum menuntut ilmu di pondok pesantren Trenggalek Jatim selama tiga tahun. Waktu di ponpes, sangat di benci oleh teman sepondok karena perilakunya yang kurang sopan dalam berbicara maupun etika yang tidak sesuai ajaran ponpes. Tapi anehnya, gurunya tidak menegur bahkan di dekati layaknya murid lainya dan bahkan tambah akrab. Secara batiniyah, kyai yang notabene di kenal paling bagus pamornya diantara para kyai lainya yang  tersohor di jatim sudah mengetahui atas pribadi Mukhlisin ada keganjilan terkait dunia ghaib.

Sehingga terbesit petuah yang di terima dari Kyai yang bernama KH Mahmud Ikhsan kepada Sarhum,” Hidup itu apa yang di cari, kalau tidak damai di dunia dan disananya, maksudnya (akhiratnya). Setelah tiga tahun menuntut ilmu di ponpes Trenggalek, pulang ke bumi kelahiranya melanjutkan sekolah di Aliyah Sunan Prawoto. Setelah lulus, dia memilih merantau untuk mencari kerja di Jakarta.

Saat di Jakarta, mulai mendapat bisikan ghaib dari orang nyata dan berpesan kepada kang Sarhum,” Kamu harus kembali pulang  ke Jawa Tengah. Semua tidak tahu apa maksudnya di suruh pulang, padahal baru saja di jakarta,”guman kang sarhum. Namun apa yang barusan di terima dari bisikan ghaib, di terima dan kembali ke tanah kelahirannya.

Setibanya di rumah, kang Sarhum memilih melanjutkan belajar dengan seorang musyafir yang berada di Masjid Kauman desa Prawoto. Secara kontinyu terus menerus dalam belajar tentang keyakinan bahkan sampai menjadi anggota sarkub (sarjana kubur). Karena Masjid Kauman itu tempat berkumpulnya para orang-orang yang ingin belajar keyakinan, namun menempuh jalur keislaman.

Menurut musyafir, masjid kauman di yakini di bangun sebelum jaman kewalian. Dan desa Prawoto sendiri termasuk ada organisasi islam didukuh kauman sebelum Demak berdiri. Sunan Prawoto putra dari Sunan Demak,cucu Raden Patah (Jimbun), secara keyakinan, hubungan dengan sunan Prawoto itu sudah menjadi keberuntungan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah gunung kendeng.

Ada apa di balik watu payung…?

Menurut orang-orang terpilih secara keyakinan, gunung kendeng terbentang dari Tuban hingga Taban sebelah barat desa Prawoto. Jika dilihat dari segi visualnya menurut kang Sarhum, “gunung kendeng menyimpan berbagai macam kelebihan dalam arti kekayaan alamnya. Seperti contoh uranium, mata air dan posfat dll. Di samping itu gunung kendeng juga menyimpan air towo (air tawar) secara keyakinan bisa menyembuhkan penyakit.

Mengurai lebih dalam, keyakinan tertinggi dan terkuat menurut kang sarhum berada di Watu Payung. Pasalnya, ada kerajaan para dewa dewi dan tempat teristimewa di bandingkan lainya. Hal ini tidak bisa dilihat oleh setiap orang, hanya bisa dilihat dan diyakini oleh orang-orang yang ahli dalam ritualisasinya dan perilakunya. Karena di Watu Payung itu termasuk sejarah yang tepat dari turun temurun dari jaman dahulu kala.

Menyangkut pegunungan Kendeng, dari keyakinan kangg sarhum pernah mengalami tiga kali benturan besar alam. Artinya ada seseorang yang sengaja mencari keberuntungan di daerah itu dan nyata.

Pertama, belanda waktu masih menguasai indonesia dan mengeruk isi batu posfat dari gunung kendeng, pada akhirnya kena hukum alam. Belanda angkat kaki dari bumi indonesia. Kedua, salah satu pemimpin kita juga mengambil keuntungan dari pegunungan kendeng untuk dirinya sendiri, ditambang dari daerah hingga pusat juga turunannya.

Ketiga, baru hangat dibicarakan mau diambil untuk campuran bahan semen tanpa dipertimbangkan baik tingkat resikonya. Dari pertimbangan kasat mata dalam ghaibnya sangat berisiko tinggi bagi orang-orang tersebut termasuk oknum pemerintahan dan instansi terkait termasuk program pabrik semen.

Bisa dibuktikan secara logika dan dari keyakinan, karena dari awal sudah banyak orang tahu, kemungkinan posisi orang yang dari atas sudah menimbang dan mengerti dari sesepuh.

Dari mana kang Sarhum semula mengetahui tentang keyakinan tertinggi di watu payung…..?

Dari pengakuanya, semula kang Sarhum mengetahui keyakinan tertinggi di watu payung adalah dari Mbah Mad atau (Yi Mad) yang beralamat di desa wotan Kecamatan Sukolilo Kab. Pati.

Beliau termasuk sesepuh yang buat panutan mengenai hal keyakinan di Watu Payung. Untuk membuktikanya, kang Sarhum diajak Mbah Mad ke lokasi Watu Payung untuk di kasih pemahaman tentang keyakinan di Watu Payung dan disuruh merasakan untuk mendekatkan diri menenangkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Dalam petuahnya, Mbah Mad menyampaikan kepada orang-orang yang dekat dengan Mbah Mad,” Mari semuanya saja dari kalangan yang dekat dengan saya, untuk menjaga lingkungan disekitar Watu Payung di gunung kendeng, cagar budaya dan termasuk puser bumi.

Menurut keyakinan Sarhum, di watu payung terdapat tempat bersemayamnya Angling Darma yang di yakini menjadi panglima perang dan diberi mandat oleh para dewa dewi di watu payung dan bertanggung jawab untuk menjaga aman dan tidaknya di gunung kendeng termasuk lokasi watu payung.

Selama bertemu dengan Mbah Mad, kang Sarhum mulai sering mendatangi watu payung semampunya, saat berada di watu payung, mendapat bisikan ghaib termasuk puser bumi paku bumi dan bagi orang-orang di kehidupan sekarang dituntut mau atau tidak mau bagi yang terpilih terutama harus peduli melestarikannya.

Dan pesan dengan Mbah Mad,”Apakah saya tepat atau layak kalau saya untuk menjalankan seperti dunia ghaib, sifatnya keseluruhan yang sedikit banyak punya kelebihan tentang keghaiban di watu payung, termasuk di Pati sudah menjadi tanggung jawab kita semua.

Dari keyakinan Kang Sarhum menilai, salah satu dari penghuni Watu Payung sudah reinkarnasi dalam satu jiwa dengan manusia. Hal ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Ir. Eyang Syuryo, Mbah Ngatmo, Ki Agus dan Darwati (Sukmawati). Artinya sudah nitis pada seseorang dari jaman dahulu yang kembali disananya sering reinkarnasi dimasa masa tertentu. Dan sekarang, para dewa dewi sudah nitis ke jiwa manusia yaitu trah Pati, juga di sebut satrio piningit,

Lantas…siapakah orang yang di bilang Satria Piningit ..?

Menurut kang Sarhum, Satria Piningit adalah untuk mengendalikan suasana yang sudah keruh  dijaman akhir sekarang,  terutama di pegunungan kendeng. Secara keyakinan, orang yang ditugaskan untuk menjaga dan merawat gunung kendeng adalah orang yang terpilih menjadi satrio piningit adalah satu orang. Dan untuk yang membantu lebih banyak dibawah kendali satrio piningit.

Dari keyakinan yang di miliki kang Sarhum melihat di watu payung ada seorang figur melintas banyak sekali. Disebutkan pula terdapat dewa dewi, Raja Agung dan banyak lagi lainnya.

Seorang  figur yang dimaksud adalah Mbah Mad (Yi Mad). Dasarnya adalah, orang yang pertama kali menemukan keyakinan tertinggi berada di watu payung. Dari kesimpulan semua keterangan yang dirilis penulis Kang Sarhum menilai bahwa,”orang-orang yang dimaksud pertama kali membuka keberadaan pegunungan adalah Mbah Mad dan orang terdekatnya. Sehingga keberadaan watu payung yang penuh dengan misteri ini bisa terkuak melalui orang terpilih atas bimbingan Mbah Mad dengan waktu puluhan tahun.

Ditanya soal orang yang dipilih melalui bisikan ghaib itu yang mana…? Kang Sarhum belum bisa menjawab secara jelas dan masih tanda tanya untuk di rahasiakan. Tetapi yang jelas, sudah ada tanda-tanda orang yang dipilih tersebut dan masih ada sangkut pautnya dengan Mbah Mad. Dan orang yang dipilih, sudah reinkarnasi orang jaman dahulu dari masa ke masa dan datangnya bisa kapan saja. Secara nyata logika orang yang dimaksud sudah nitis dan reinkarnasi berada di kalangan Mbah Mad,” ucapnya jelas.

Secara ghaib, ada bisikan ghaib di telinga Kang Sarhum,” memang ada yang dibawa, istilah jawa naungan bimbingan Mbah Mad, tanya Kang Sarhum kepada ghaib,” kenapa orang yang terpilih adalah orang terdekat Mbah Mad, sedangkan yang lain juga banyak yang lebih pantas menerima anugerah tersebut, ghaib menjawab,” sebab dari awal yang mendapatkan titipan anugerah adalah orang-orang terdekat Mbah Mad dan lainya tidak ada. Maka Mbah Mad sendiri yang membukakan kunci dari hal ghaib tentang watu payung.

LogoLicious_20170822_173614

Setelah kunci pintu watu payung terbuka, ada orang yang terpilih untuk menjadi salah satu penjaga watu payung termasuk orang -orangnya Mbah Mad. Karena orang yang di tunjuk adalah harus di buat contoh figur bagi masyarakat.

Penulis, masih mengurai keterangan lebih dalam tentang pendapat para sumber kang sarhum, terkait gunung kendeng yang rencana mau di golkan oleh instansi terkait untuk pabrik semen.

Kang Sarhum menilai berdasarkan dari keyakinan bahwa, pemerintah harus mempertimbangkan terlebih daahulu untuk layak atau tidaknya mengenai supranatural. Karena di situ ada dampak yang lebih besar bagi semua instansi yang menggolkan untuk pabrik semen.

Silahkan saja kalau mau dibuktikan dengan akal sehat, anak cucu anda akan sengsara dan apa yang terjadi pada pemerintahan sekarang ini. Salah satunya karena tidak menghormati dan melestarikan lingkungan itu sendiri,” ucapnya tegas mengakhiri pembicaraan. ~bersambung~(Tim/TH)

Published by

Categorised in: ,

No comment for Runtuhnya Para Oknum Pemerintah Kalau Sampai Pabrik Semen Berdiri di Gunung Kendeng PATI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *