Tuesday, 17-05-2022 10:49:22 am
Home » Jendela Hati » Secangkir Kopi di Malam Minggu

Secangkir Kopi di Malam Minggu

(2219 Views) August 5, 2017 3:37 pm | Published by | No comment

Puisi Rindu – Sepertinya aku harus takluk pada sepi, merindukanmu tanpa menuntut apa-apa, menatapmu dengan melahap rasa resah.

LogoLicious_20170805_222727

Walau kadang aku berharap; senyummu adalah cinta, di sanalah sebaik-baiknya rendezvouz bermuara, tanpa harus membayar dengan luka di hati.



Aku sengaja memberangus rasa, bukan karena tak cinta, namun demi menanti waktu berbaik hati, dan membawamu ke sepeluk jiwa, tanpa ada resah duka yang merana.

Katamu rindu adalah jiwa yang bergerak menuju apa yang diingininya, lalu mengapa kau biarkan rinduku tersesat pada apa yang kau tawarkan.

Terlalu mudah, laut memberi janji, tak ada gelombang pun badai beliung, nyatanya sedikit angin berhembus, ganasmu menghempas menggulung arus hingga ketepi.

Barangkali aku akan menepi, dari biduk yang telah sarat muatan kasih, walau dayungku patah akan luka, tegarku berkayuh dengan sisa-sisa air mata.

Ya, betapapun sakitnya kecewa, aku tak akan membenci, sebab kau pernah menjadi dermaga, yang menyambut rinduku tenang berlabuh di hatimu.

TIBA-TIBA RINDU

Tak jua berubah, Dad, duka yang menggerayangi waktuku, kerap hadirkan rindu akan senyum teduhmu

Andai waktu mampu kembali, inginku sekejap berbaring dipangkuanmu, sekedar menghalau beban duka, yang kerap memijahkan air mata.

Pada lengang tapak malam, hanya doa yang mampu kulangitkan, agar cintamu tetap luruh, meski jarak tak lagi utuh. (deasy)

05.08.17

Published by

Categorised in:

No comment for Secangkir Kopi di Malam Minggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *