Friday, 03-12-2021 07:11:52 pm
Home » Nasional » Barisan Pendukung Pabrik Semen di Lereng Gunung Mulai Bicara Blak – Blakan

Barisan Pendukung Pabrik Semen di Lereng Gunung Mulai Bicara Blak – Blakan

(2096 Views) September 9, 2017 8:54 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Sabtu tgl (09/09/17) rencana pembangunan pabrik semen di lereng pegunungan kendeng, sempat membuat  perdebatan sengit di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah investor PT. SMS (Sahabat Mulia Sakti) yang akan menduduki lereng kendeng.

LogoLicious_20170909_154437

Dengan hadirnya pembangunan pabrik semen ini, membuat  semangat juang bagi masyarakat yang pro terhadap pabrik semen di wilayah pegunungan kendeng, karena dirasa akan membuat perubahan yang lebih baik.



Lantas bagaimana pabrik semen mendapat penolakan dari masyarakat …? Memang semenjak pabrik semen mendapat penolakan keras dari masyarakat, sempat mandek dan tidak ada kabar selanjutnya.  Hal ini membuat para pejuang pabrik semen menjadi cerai berai tanpa arah. Seperti yang di lihat kondisi sekarang, pendukung pabrik semen yang semula diam, mulai bicara di depan publik.

Saat awak media dilingkungan pendukung pabrik semen, yang diikuti oleh beberapa  media,” Target Hukum, mendapati cerita pilu bagi  sebagian masyarakat yang pro semen. Hal yang demikian telah dialami oleh Kasiran (56) asal warga desa Keben RT 05/02 Tambakromo Pati, yang bicara blak-blakan mengakui mendukung Pabrik Semen  PT. SMS.

Dari segi perjuanganya memang patut diacungi jempol. Perubahan drastis dari pejuang pendukung semen di nilai kurang mendapat perhatian dari PT Indo Semen. Kendati demikian, PT SMS yang di bela secara mati-matian tidak respon positif, ujar barisan pro semen yang di rilis oleh tim media.

Disisi menerima  pabrik semen, disisi lain juga harus menghadapi tantangan keras bagi penolak semen itu sendiri. Sehubungan dengan rencana akan didirikan pabrik semen PT SMS (Sahabat mulia Sakti ) yang di tempatkan di area gunung kendeng mulai dari Taban hingga Tuban ini mendapat tanggapan serius bagi masyarakat.

Karena hal ini dirasa bisa untuk meningkatkan derajad perekonomian. Walaupun hal ini juga harus mendapat penolakan keras oleh warga lain yang ingin menyelamatkan gunung kendeng.
Seperti yang di rilis oleh tim media melalui nara sumber pro semen Kasiran dengan di bantu oleh teman-teman seperjuangan mengatakan,” Kami diberi kepercayaan bertugas sebagai tiem penyelidik dari PT SMS atau Indo Semen.

Selain penyelidik, kami juga sebagai   perekrut masa pendukung Semen yang di buktikan dengan foto copy KTP,” ujarnya. Perjuangan kami, dalam menghadapi masa kontra (tolak semen) adalah nyawa taruhanya,”imbuhnya. Sebelumnya, Kasiran juga mengakui mendapat tunjangan saat menjelang hari raya dan teman-temanya dari PT SMS.

Akan tetapi masa suram yang dihadapi sekarang adalah, gerakan barisan mendukung semen mulai pudar lantaran sudah tidak ada lagi perhatian berupa tunjangan dan kejelasan dimana perkembangan PT SMS akan berlanjut,” terangnya.

Di tanya soal kenapa mendukung pabrik semen berdiri di area gunung kendeng…? “Harapan Kasiran untuk mendukung pabrik semen adalah, untuk menanggulangi pengangguran bagi anak cucu kita dan tidak lagi pergi merantau,”akunya.

Lantas bagaimana perjuangan bagi para pegiat untuk meng-golkan Pabrik Semen sekarang ini…? hal ini tidak lekas di jawab oleh Kasiran dkk lantaran menunggu perkembangan PT Indo Semen sendiri tidak kunjung muncul.

Dan yang lebih krusial adalah aktivitas Kasiran dkk mulai rapuh, artinya belum tahu pasti bisa dikatakan pro atau kontra terhadap berdirinya pabrik semen.

Di tanya soal aktivitas sehari-hari, Kasiran mengatakan kepada awak media, untuk saat ini kami hanya berdiam diri di rumah. Sampai sekarang belum tahu bisa dikatakan menolak atau menerima pabrik semen, karena dari tahun ke tahun, teman  seperjuangan sebagai barisan pro semen juga belum ada kejelasan dari pihak PT Indo Semen,” ucapnya.

Selain itu, apakah pemerintah tetap akan meng-golkan Pabrik semen atau tidak,” imbuhnya. Hal serupa, juga di alami oleh Karsono alias Cekrik (52) asal desa Tambaharjo Tambakromo, yang semula juga pendukung Pabrik semen, sekarang  berbalik arah menjadi kontra.

Kepada media, beliau mengakui mengalami nasib serupa seperti yang dialami oleh Kasiran tentang pengalaman yang di lalui setelah mendukung semen secara matia-matian. Beliau di percaya untuk merekrut warga yang siap mendukung pabrik semen dengan janji mendapatkan gaji setiap bulan. Selain itu, setiap ada masa kontra semen, beliau dan teman-teman bertugas untuk menghalaunya.

Menurut Karsono, tugas itu merupakan pekerjaan yang berat dan nyawa taruhanya. Hanya demi sesuap nasi, pekerjaan berat ini harus kita laksanakan apapun taruhanya,” ujarnya. Kedudukan Karsono saat itu adalah melakukan perekrutan kepada warga di sepanjang lereng gunung kendeng untuk meng-golkan abrik semen.

Cerita pilu dalam menghadapi masa yang kontra dengan semen, memang tidak sedikit caci maki dan ancaman keras yang mengancam jiwanya. Namun, niat Karsono yang kukuh, tidak takut walaupun harus mendapatkan teror baik langsung maupun via telepon dan  intimidasi yang silih berganti.

Tantangan yang luar biasa baginya tetap tidak merasa takut, lantaran di berikan asuransi oleh PT. SMS dan kalau terjadi ada pabrik semen beliau bersama keluarga bisa bekerja,”ujarnya. Karena jaman sekarang mencari pekerjaan juga sangat sulit,” imbuhnya. Namun apa daya tangan tak sampai, harapan untuk medapatkan pekerjaan yang layak menjadi putus harapan,” terangnya dengan nada pilu.

Berbeda dengan Sujadi, warga Dukuh Tambiran RT01/02 desa ksihan Sukolilo Pati. Kepada media ia mengatakan,” kami tetap semangat mendukung berdirinya pabrik semen.

Alasan kuat yang mendasari mendukung pabrik semen adalah ,”untuk membuka lapangan pekerjaan. Karena selama ini warga yang tinggal si sekitar gunung kendeng hanya bertani dan sebagian dari mereka merantau ke daerah lain,” ujarnya.

Sesuai keterangan Sujadi kepada   media, bahwa selama ini penambangan liar disekitar gunung kendeng juga masih terjadi. Padahal mereka tidak memiliki ijin untuk melakukan galian C. Jadi bisa dipastikan mereka tidak membayar pajak atau royalti kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Tetapi berbeda lagi jika pabrik semen yang melakukan pertambangan, maka ada tambahan bagi pendapatan daerah. Lain itu bisa menampung warga sekitar untuk mendapatkan lowongan pekerjaan, sehingga tidak terjadi pengangguran,” jelasnya.

Sujadi, yang juga sebagai ketua “JAMAS” (jangkung masyarakat), akan tetap mendukung pabrik semen sampai pabrik beroperasi. Dan beliau juga menegaskan bahwa dirinya, dan organisasi yang di pimpinya tidak pernah sepersenpun mendapatkan uang atau gaji dari pihak PT. SMS atau Indo Semen,”tandasnya.

Di tanya soal keberadaan pegunungan kendeng terdapat situs berupa watu payung yang menjadi tempat pertapaan dan wisata alam yang harus di lindungi…? Dengan tegas ia menjawab,” situs yang mengandung keramat dan wisata alam tetap akan di lindungi dan di selamatkan,” ucapnya.

LogoLicious_20170909_155253

Harapan sujadi kepada seluruh warga masyarakat Pati, khususnya warga pati Selatan untuk bisa menerima dan mendukung rencana pembangunan pabrik semen agar perekonomian diwilayah pati selatan menjadi tumbuh dan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar pabrik semen. Dan bagi saudara kami yang kontra, marilah kita berfikir positif demi kemajuan pati selatan,” terangnya mengakhiri. (Tim/SPN).

Published by

Categorised in:

No comment for Barisan Pendukung Pabrik Semen di Lereng Gunung Mulai Bicara Blak – Blakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *