Wednesday, 01-12-2021 05:38:06 am
Home » Pertanian » Budidaya Jeruk Pamelo (Bagian 1)

Budidaya Jeruk Pamelo (Bagian 1)

(1890 Views) July 28, 2019 10:58 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Jeruk pamelo madu merukpakan salah satu komoditas buah unggulan di kabupaten Pati. Daging buah berwarna merah muda, rasa buah yang manis dan lembut menjadi ciri khas buah tersebut.

 

Nurul Huda, SP Petani Sekaligus Pedagang Jeruk Pamelo Madu



 

Sentra pamelo madu berada di desa Bageng kecamatan Gembong – Pati. Namun dewasa ini buah tersebut mulai dibudidayakan deberbagai wilayah di kabupaten Pati. Harganya yang cukup fantastis yaitu pada saat ini mencapai Rp. 16.000,- per kg di tingkat petani, membuat banyak orang ingin menanam buah tersebut. Selain untuk dikonsumsi sendiri, permintaan pasar juga cukup banyak mulai dari pasar tradisional hingga super market.

 

Menurut pakar jeruk pamelo madu Nurul Huda, SP yang merupakan petani sekaligus pedagang buah tersebut, dalam melakukan budidaya jeruk pamelo madu cukup mudah dilakukan. Sintem perawatan juga tidak jauh berbeda dengan jenis buah lainya.

 

Untuk lokasi tumbuh buah ini paling ideal di ketinggian 10 sampai dengan 300 mdpl. Namu untuk lokasi dengan ketinggian yang lebih, buah ini juga dapat berproduksi dengan baik.

 

Sedangkan jarak tanam yang dibutuhkan untuk menanamnya yaitu 6 x 6 meter dengan kebutuhan sinar matahari 100%. Faktor lain yang dapat menentukan keberhasilan produksi buah pamelo adalah pengairan yang cukup serta pemupukan berkala yaitu setiap dua bulan sekali menggunakan pupuk NPK.

 

Waktu berbuah tanaman ini dapat dimulai sejak umur 2 tahun pasca tanam dan akan berproduksi maksimal pada tahun ke 10 hingga tahun ke 15. Sedangkan untuk memproduksi bibit dapat diperoleh dengan cara stek batang, cangkok, dan okulasi.

Untuk saat ini para petani tidak akan kesulitan untuk memperoleh bibit pamelo madu, karena hampir di setiap sudut desa Bageng banyak produsen bibit yang menyediakanya dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 25.000,- hingga ratusan ribu tergantung ukurannya.

 

Hal – hal yang perlu diwaspadai dalam budidaya jeruk pamelo madu masih menurut Nurul H adalah pengendalian hama pengganggu tanaman (HPT).

Beberapa jenis HPT yang sering menyerang jeruk pamelu madu diantaranya ulat, lalat buah, kutu daun, dan yang paling banyak menyerang adalah diplodia (blendok).

 

Untuk mengatasi serangan hama dapat menggunakan pestisida baik alami maupun kimia.

Namun dianjurkan penggunaan pestisida alamai karena tidak akan meninggalkan residu pada buahnya.

Sedangkan untuk mengatasi penyakit diplodia petani dapat menggunakan campuran kapur aktif dan belerang dengan cara batang yang terkena penyakit tersebut kulitnya dikerik dulu kemudian diolesi kapur aktif dan belerang tersebut. (Andik)

Published by

Categorised in:

No comment for Budidaya Jeruk Pamelo (Bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *