Tuesday, 07-12-2021 06:45:46 am
Home » Pertanian » Contoh Pemuda yang Sukses Berwirausaha dengan Sistem Mix Farming

Contoh Pemuda yang Sukses Berwirausaha dengan Sistem Mix Farming

(1271 Views) August 4, 2019 12:20 pm | Published by | No comment

Suarapatinews.com – Pati. Ahmad Supriyadi, seorang pemuda asal desa Jembulwubut, kecamatan Gunungwungkal – Pati ini berhasil mencukupi kebutuhan keluarganya dengan cara melakukan aneka usaha di bidang pertanian dan peternakan (mix farming) dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya.

 

Kandang Ayam Jantan Petelur Kapasitas 2.000 ekor



 

Pemuda lulusan SMK Farming pati tahun 2013 tersebut mempunyai niatan yang kuat untuk menjadi seorang wirausahawan dan berani meninggalkan pekerjaanya, meski sudah mendapatkan gaji tetap dan fasilitas lainya.

 

Jiwa wirausaha menurutnya diperoleh ketika menempuh pendidikan di SMK Farming Pati. Memang walaupun dia mengambil program keahlian Budidaya Ternak Ruminansia ketika sekolah, namun ketika di lingkungan sekolah terlebih karena tinggal diasrama, dia merasa pernah melakukan segala hal yang berkaitan dengan peternalan. Hal tersebut dikarenakan kehidupan anak asrama SMK Farming Pati keseharianya memang selalu bergelut dengan banyak jenis usaha baik pertanian, perikanan, dan peternakan.

 

Kolam Lele Kapasitas 5.000 ekor

 

Dengan memanfaatkan sebidang tanah pekaranganya, Ahmad Supriadi mendirikan bangunan untuk kandang ayam jantan petelur dengan kapasitas 2.000 ekor. Dengan harga ayam hidup sekarang mencapai Rp. 30.000 per kg pihaknya dapat meraup keuntungan sekitar Rp. 5.000 per ekor. Sehingga dalam satu siklus produksi yaitu dua bulan, Ahmad dalat meraup keuntungan sebanyak Rp. 5.000.000,- bersih setelah dikurangi biaya DOC, pakan, OVK, dan biaya operasional lainya.

 

Untuk memanfaatkan beberapa sudut pekaranganya, Ahmad Supriadi juga membangun beberapa petak kolam lele yang terbuat dari terpal. Sebanyak 5.000 ekor lele dapat dipelihara dengan dua kolam masing-masing berukuran 3 x 4 meter. Untuk harga normal ikan lele ketika panen yaitu Rp. 17.000,- Ahmad memperoleh hasil sekitar Rp. 2.500.000,- dalam siklus waktu 3 bulan per periode pemeliharaanya.

 

Untuk menghemat biaya pemeliharaan ikan lele terutama biaya pakan, Ahmad melakukan inovasi yaitu mengembangkan rumput azola sebagai pakan tambaham selain pakan dari pabrikan. Karena jumlah rumput azola yang dia miliki belum banyak, maka untuk saat ini porsi pakan lele dari rumput tersebut yang dia gunakan baru sekitar 15%. Namu pihaknya akan terus berinovasi terutama dalam pengembangan rumput azola, sehingga kedepanya rumput azola bisa mencapai angka 50 % dari pakan yang dia berikan. Sehingga akan menambah nilai keuntungan.

 

Selain ayam jantan petelur dan budidaya ikan lele, Ahmad tidak menyia-nyiakan semua sudut di pekaranganya. Untuk memanfaatkan sisa pekaranganya pihaknya membudidayakan lebah klanceng. Sebanyak tujuh kotak klanceng berhasil dia budidayakan. Sedangkan hasil madu yang dapat diperoleh dari ketujuh kotak tersebut yaitu 1 botol dalam jangka waktu tiga minggu. Sedangkan harga madu klanceng per btolnya mencapai Rp. 250.000,-

 

Beberapa Jenis Bibit Tanaman yang Diproduksi Ahmad Supriyadi

 

Di sela-sela waktu yang dia miliki, Ahmad Supriyadi juga memproduksi aneka bibit buah-buahan dan bonsai dari alam. Kedua jenis tanaman tersebut ketika awal misim hujan juga banyak diminati konsumen, dan al hasil juga berpeluang untuk dikembangkan dengan tujuan menambah pundi-pundi penghasilan.

 

Dari kesemua usaha yang dimiliki Ahmad Sulriyadi, pihaknya hanya menggunakan sebagian waktunya. Sebagian waktu yang lain masih sempat dia gunakan untuk kegiatan lain, misalnya dalam hal kegiatan kepemudaan di desanya.

 

Jika dikalkulasi dengan memanfaatkan pekarangan dengan dipadukan dengan jiwa kewirausahaanya melalui aistem mix farming, per bulan tidak kurang dari Rp. 4.000.000,- hasil yang didapatnya. Angka yang cukup lumayan untuk penduduk Indonesia, karena pendapatan tersebut melebihi UMR kabupaten Pati dan setara dengan gaji pokok PNS golongan IVA.

 

Dalam mengembangkan usaha, Ahmad Supriyadi berkeinginan untuk mengajak warga disekiranya yang memiliki pekarangan untuk dapat mencontoh dan bekerjasama denganya melalui pembentukan kelompok ternak dalam waktu dekat. Dengan adanya kelompok ternak pihaknya berharap lebih ada perhatian dari pemerintah dan semakin menguatkan usaha yang dia miliki dalam hal pasokan barang dan lain sebagainya.

 

Dalam menutup wawancara dengan team suarapatinews.com pihaknya juga berpesan kepada anak-anak muda khususnya adik kelas satu almamaternya agar jangan ragu dan malu mengawali sebuah usaha walaupun kecil bentuknya. Suatu usaha yang kecil jika ditekuni akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa menurutnya, ( Andik).

Published by

Categorised in:

No comment for Contoh Pemuda yang Sukses Berwirausaha dengan Sistem Mix Farming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *