Friday, 03-12-2021 08:22:33 pm
Home » Daerah » Uncategorized » Musim Pancaroba, Tantangan Tambahan Untuk Peternak Unggas Pedaging

Musim Pancaroba, Tantangan Tambahan Untuk Peternak Unggas Pedaging

(484 Views) October 31, 2019 5:48 am | Published by | No comment

Suarapatunews.com – Pati. Perubahan musim (pancaroba) menjadi tantangan tersendiri khususnya para peternak unggas. Pasalnya, dengan adanya perubahan musim, suhu lingkungan akan berubah drastis yang dapat menyebabkan kondisi stres pada unggas, sehingga berbagai penyakit akan mudah masuk.

 



Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang unggas ketika pancaroba tiba diantaranya CRD (Chronic Respiratory Desease), Coli yang disebabkan peningkatan bakteri e-coli karena debet air tanah menurun, Coriza dan penyakit bakterial lainya.

 

Selain beberapa penyakit di atas, dalam perubahan musim ini juga terdapat beberapa kasus penyakit viral berbahaya sebut saja ND (Newcatle Deseases) dan gumboro.

 

Satu contoh yang dapat digunakan untuk mengatasi kasus tersebut adalah seperti yang dilakukan salah seorang peternak dari desa Sukobubuk, Margorejo, Pati H. Ali Ansori yaitu membuat kandang secara tertutup (Close House) yang berhasil diliput tim Suara Pati News.

 

Kandang dengan sistem CH ( Close House) memungkinkan peternak untuk dapat mengatur dan mengendalikan suhu kandang dengan menggunakan peralatan yang tersedia yaitu blower dan celldeck. Pengaturan suhu dan kelembaban kandang secara efektif dapat diatur dengan mengoperasikan alat tersebut sesuai kebutuhan ayam.

 

Selain itu kandang sistem CH juga ramah lingkungan, dikarenakan pencemaran bau dan vektor yang meyertainya (lalat, nyamuk, mprutu) dapat ditekan keberadaanya.

 

Namun menurut H. Ali Ansori, dalam pembuatan kandang CH memang memerlukan biaya yang cukup mahal. Jika untuk kandang open biaya pembuatan kandang sekitar Rp. 25.000,- per ekor sedangkan untuk kandang CH biayanya mencapai dua kali lipatnya yaitu Rp. 50.000,- per ekor.

 

Selain itu untuk operasional pemelihaaan ayam juga lebih mahal kandang CH dibandingkan kandang open hang kisaranya mencapai Rp. 2.000,- per ekor sambung H. Ali Ansori.

 

Akan tetapi dengan management yang baik serta memperhatikan standart pemeliharaan, kandang CH dilihat dari sisi keuntunganya juga lebih besar dibandingkan kandang open. Selama memelihara ayam dengan sistem kemitraan H. Ali Ansori rata-rata pendapatan per ekor mencapai Rp. 5.000,- jika dikurangi biaya produksi Rp. 2.000,- masih menyisihkan keuntungan bersih sekitar Rp. 3.000,-.

 

Sedangkan dalam pengembalian modal kandang dengan kapasitas 5.000 ekor ayam dapat kembali dalam waktu 2 tahun, dengan siklus pemeliharaan sebanyak 6 kali per tahun tutup H. Ali Ansori, (Andik).

Published by

Categorised in:

No comment for Musim Pancaroba, Tantangan Tambahan Untuk Peternak Unggas Pedaging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *