Friday, 20-05-2022 10:53:48 am
Home » Daerah » Musyawarah dan Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kab. Rembang Periode 2020 – 2025

Musyawarah dan Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kab. Rembang Periode 2020 – 2025

(624 Views) September 6, 2020 4:25 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Rembang – Bertempat di aula kamar dagang Indonesia di  jalan veteran no 2 Rembang, telah  diadakan  musyawarah dan pelantikan Dewan Pengurus kabupaten Rembang periode 2020 – 2025 dengan ketua terlantik Kunarto, SPd, minggu tgl (06/09/20).

Pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus KADIN Kab. Rembang.

Basic dari para pelaku UMKM terdiri dari Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah, maka cukup jelas pembagiannya,” terang Fanty Margaretha.



Sehingga UMKM naik kelas dapat didefinisikan meningkatnya/ berkembangnya usaha mikro, kecil dan menengah di masing-masing kelas secara berjenjang, sesuai peningkatan Omzet (penjualan) dan Asset, dengan kriteria sesuai Undang Undang No 20 tahun 2008, tentang UMKM.

Adapun Kriteria Kelas UMKM sebagaimana Undang Undang No 20 tahun 2008, tentang UMKM, maka kriteria UMKM adalah sebagai berikut ;

“Kelas Usaha Mikro”, Apabila Omzet (Penjualan) maksimal Rp 300 juta per tahun dan Asset maksimal Rp 50 juta.

“Kelas Usaha Kecil”, Apabila Omzet (Penjualan) antara Rp 300 juta sampai dengan Rp 2,5 milyar dan Asset antara Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta.

“Kelas Usaha Menengah”, Apabila Omzet (Penjualan) antara Rp 2,5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar dan Asset antara Rp 500 juta sampai dengan Rp 10 milyar.

Untuk Usaha Menengah akan naik kelas ke Usaha Besar, apabila Omzet (Penjualan diatas Rp 50 milyar per tahun atau Asset diatas Rp 10 milyar.

Masing-masing kelas dengan kriteria omzet dan asset, apabila salah satu kriteria (Omzet dan Asset) telah memenuhi, maka Usaha tersebut dapat dikatagorikan naik kelas.

Dari definisi dan kriteria tersebut, misal dengan contoh penjual madu akan dapat dikatagorikan naik kelas, diawali dengan penetapan usaha madu tersebut saat ini berada dikelas apa.

Maka perlu didata tingkat omzet dan assetnya terlebih dahulu. Setiap triwulan, dilakukan evaluasi data Omzet dan Asset untuk melihat perkembang usahanya.

Dari pendataan awal ini, maka dapat dikatakan bahwa UMKM naik kelas akan sulit terjadi apabila tidak mengerti dan membuat laporan/ catatan keuangan, dan selanjutnya UMKM perlu merencanakan usaha (business plan) dengan penetapan target agar naik kelas.

Tidak semua mungkin tercapai dalam 1 tahun, bisa jadi ada yang bisa naik kelas, dengan waktu diatas 1 tahun.

Hal ini akan dapat di ketahui dari perencanaan usahanya, memahami pembuatan laporan keuangan dan rencana usaha, merupakan dua hal yang cukup penting dalam menunjang program UMKM naik kelas.

Target pelaku UMKM untuk naik kelas adalah meningkatkan Omzet (penjualan) dan Asset.

Untuk itu diperlukan penjualan yang meningkat sesuai targetnya, penjualan dapat dilakukan secara offline maupun online, maka untuk itu pelaku UMKM memerlukan pengetahun tentang strategi penjualan Offline/ Online (digital).

Tidak sedikit pelaku UMKM kesulitan menjual produk karena faktor kualitas dan kemasan (packaging) produknya.

Maka kedua hal ini pun dibutuhkan oleh pelaku UMKM, ujar Fanty Margaretha S.com M.MT MM Ketua Komite Tetap Perdagangan Luar Negeri.

Fanty Margaretha S.com M.MT MM juga mengatakan bahwa secara umum untuk menunjang Program UMKM Naik kelas, dibutuhkan berbagai pembinaan dan pendampingan, pembinaan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan workshop antara lain ;

Tatacara Pembuatan Laporan keuanga sederhana, perencanaa Usaha (Business Plan), peningkatkan kualitas mutu produk, tatacara pengemasan (packaging) produk, strategi pemasaran digital, strategi pengelolaa persediaan (stock), tatacara pengajuan modal usaha ke Bank/ Lembaga Keuangan, tatacara eksport dan pendampingannya, perpajakan dan lain – lainnya.

Bahwasanya Kadin Indonesia dibawah kepemimpinan Ir. H. Eddy Ganefo MM sebagai ketua umum, telah menyiapkan semua program pendukung UMKM Naik Kelas secara Nasional, juga dapat bersinergi dengan pemerintah maupun dinas terkait,” pungkas Kunarto, SPd.

Ketum KADIN Jawa Tengah Ali Abdul Rohman, ST saat mengunjungi stand UMKM.

Adapun Ali Abdul Rohman Ketum KADIN Jawa Tengah hadir langsung dalam pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus kabupaten Rembang, harapan kedepannya KADIN Rembang dapat memberikan kontribusi besar terhadap para pelaku UMKM khususnya dan secara umum dapat bersaing di tingkat Nasional.

Hal senada juga disampaikan oleh wabup H. Bayu Ardiyanto, SE mengharapkan dengan adanya UMKM dapat mengurangi tingkat angka pengangguran,” tutupnya. (Mulyono)

Published by

Categorised in:

No comment for Musyawarah dan Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kab. Rembang Periode 2020 – 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *