Monday, 17-06-2024 06:13:16 pm
Home » Pendidikan » Bersabar dan Ikhlas Dalam Menghadapi Musibah Covid-19

Bersabar dan Ikhlas Dalam Menghadapi Musibah Covid-19

(572 Views) November 17, 2020 4:58 am | Published by | No comment

Suarapatinews. PATI – Kurang lebih setahun lamanya pandemi Covid-19 menyelubungi dunia, Selasa tgl (17/11/20).

Berlarut-larutnya pandemi Covid-19 ini memunculkan beragam dugaan publik terkait adanya teori konspirasi, adanya perang perdagangan antara China dan Amerika dan lain sebagainya.



Dugaan lain juga berkembang tentang penyebab terjadinya pandemi ini, mulai tentang adanya kebiasaan hidup yang tidak sehat, kegemaran mengkonsumsi makananan yang tidak higienis dan mengkonsumsi binatang liar yang ttidak layak untuk dikonsumsi manusia.

Pendapat lain yang lebih subyektif juga tak kalah ramai yaitu tentang adanya adzab kepada bangsa China karena telah berbuat aniaya kepada suku Uighur di China yang beragama muslim.

Pendapat dan dugaan-dugaan tersebut sebenarnya sah-sah saja, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan menindaklanjuti mewabahnya virus corona ini untuk secepatnya bisa mencegah penyebarannya.

Sebagai seorang muslim tentu kita dianjurkan untuk selalu berpedoman pada apa yang telah dicantumkan di dalam kitab suci al-Qur’an, termasuk terkait cara kita melihat dan merespon segala sesuatu yang terjadi di dunia.

Di dalam surat al-Baqarah [2]: 155-157, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Jika kita merujuk pada ayat diatas, maka virus corona yang mewabah menjadi pandemi tak berkesudahan ini merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada umat manusia.

Sebagaimana yang tersurat dalam ayat tersebut, pandemi Covid-19 ini telah membuat kita takut dan khawatir.

Oleh sebab itu, sikap kita terkait pandemi ini juga tidak boleh jauh-jauh dari tuntunan Allah, yaitu kita harus bersabar menghadapinya, seraya tunduk penuh ketaatan kepada Allah.

Mengembalikan semua masalah ini kepada Allah, seraya berdo’a agar kita semua diselamatkan dari ganasnya virus corona dan supaya pandemi Covid-19 ini segera diangkat.

Dengan begitu kejadian pandemi ini tidak lantas menyebabkan kita menjadi paranoid sebaliknya membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Pandemi atau wabah penyakit menular sebenarnya bukan hal baru dalam kehidupan manusia, di jaman Rasulullah SAW pun pernah terjadi wabah seperti ini, yaitu wabah penyakit Pes dan Lepra.

Pada masa itu, Nabi SAW melarang umatnya untuk mendatangi daerah yang terkena wabah Pes dan Lepra tersebut.

Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya.

Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu.”

Dari Hadits diatas dapat kita ambil pelajaran bagaimana seharusnya menyikapi terjadinya wabah penyakit.

Pertama, kita harus melakukan karantina wilayah, mengisolasi daerah yang terkena wabah untuk menghindari terjadinya penularan yang lebih parah, mungkin untuk konteks pandemi Covid-19 bisa diterjemahkan dengan kebijakan PSBB dan social distancing.

Kedua, kita harus bersabar seraya berpasrah diri kepada Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadit yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya:

“Suatu ketika Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang wabah penyakit, Rasulullah SAW bersabda;

Wabah penyakit itu adalah orang-orang yang Dia kehendaki. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Jika terjadi suatu wabah penyakit, ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar, hanya berharap balasan dari Allah SWT.

Ia yakin tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan Allah. Maka, ia mendapat balasan seperti mati syahid.”

Ketiga, kita harus selalu melakukan ikhtiar ditengah cobaan apapun yang menimpa kita serasa terus berprasangka baik kepada Allah SWT, karena sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam bukhari, bahwa ;

“Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya.”.

Hadits ini jelas memberikan pelajaran penting kepada kita akan pentingnya berikhtiar untuk mencari solusi dari setiap cobaan yang sedang kita hadapi.

Demikianlah kiranya sikap dan tindakan yang harus kita teladani dari Rasulullah SAW ketika menghadapi musibah seperti pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Jadi kita sebagai seorang muslim hendaknya menjauhkan diri dari sikap mencari kambing hitam atas suatu masalah yang menimpa kita. (Zumrotun Ni’mah)

Published by

Categorised in:

No comment for Bersabar dan Ikhlas Dalam Menghadapi Musibah Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *