Friday, 03-12-2021 06:56:13 pm
Home » Kabar Desa » Kurangi Sampah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Kurangi Sampah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick

(193 Views) November 1, 2020 3:12 pm | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Sampah merupakan persoalan klasik yang dari dulu hingga kini menjadi masalah di dunia khususnya di Indonesia.

Septia Dwi A bersama siswa siswi membuat praktek ecobrick.

Selain dapat merusak lingkungan sampah juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat terutama sampah plastik yang sulit terurai.



Ditambah semakin hari penggunaan produk berbahan dasar plastik semakin meningkat, sehingga banyak sekali sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Jenis sampah anorganik ini perlu diolah sedemikian rupa untuk meminimalkan dampak buruknya sekaligus mengubah menjadi barang yang bermanfaat.

Karena hal tersebut, Septia Mahasiswa KKN Reguler dari rumah UIN Walisongo Semarang melakukan kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick kepada anak-anak di wilayah RT 02 RW 04 desa Genengmulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati pada Minggu tgl (01/11/20).

“Melihat banyaknya sampah plastik yang menumpuk apalagi untuk saat ini masih sedikit pemanfaatan sampah plastik yang signifikan, oleh karena itu saya selaku mahasiswa KKN yang mengabdi di desa sendiri ingin menanamkan kesedaran sejak dini kepada anak-anak untuk mengelola atau mengurangi penggunaan sampah plastik dengan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick,” ujar Septia.

Septia mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja individu di bidang lingkungan.

Ecobrick adalah usaha kreatif dalam penanganan sampah plastik dengan cara yang sederhana atau bisa disebut juga bata ramah lingkungan.

Ecobrick meminimalisir sampah plastik dengan menggunakan media botol plastik bekas yang diisi dengan sampah anorganik sampai padat.

Ia pun menjekaskan bahan yang dibutuhkan hanya sampah botol plastik ukuran 600-1500 ml, sampah plastik (seperti bungkus kopi, bungkus makanan ringan, bungkus deterjen dll.), gunting, kayu dan lakban.

Ia dan anak-anak mengubah bata ramah lingkungan ini menjadi meja dan kursi.

Selama kegiatan berlangsung anak-anak sangat antusias dan bersemangat.

Antusiasme anak-anak terlihat jelas terutama pada saat memasukkan limbah plastik ke dalam botol dan membentuknya menjadi meja kursi.

Sementara itu, ketua RT 02 RW 04 desa Genengmulyo, Sartono, mengatakan kegiatan pemanfaatan sampah plastik ini membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini bagus sekali, kita tetap bisa produktif di tengah pandemi dengan memanfaatkan sampah plastik, serta pembuatannya begitu mudah dan murah,” tandasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Septia berharap dapat menumbuhkan kepedulian anak-anak dan masyarakat terhadap lingkungan dan mengembangkan kreativitas untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. ($.eptia)

Published by

Categorised in:

No comment for Kurangi Sampah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *