Sunday, 28-11-2021 10:48:25 pm
Home » Pendidikan » Pendidikan Anak Dalam Perspektif Islam

Pendidikan Anak Dalam Perspektif Islam

(454 Views) November 30, 2020 11:36 am | Published by | No comment

Suarapatinews. PATI – Anak merupakan anugrah terindah yang diberikan Alloh bagi pasangan suami istri.

Kehadirannya akan selalu dinantikan untuk melengkapi kebahagiaan dalam suatu pernikahan.



Anak pun merupakan harta yang paling berharga dan aset paling mahal, karena itu setiap orang tua berharap bahwa anak- anaknya kelak menjadi anak yang Sholeh/Sholehah, bijaksana, pemberani, cerdas, dan menjadi orang hebat.

Hal ini sesuai dengan firman Alloh Q.S Al-furqan : 74
وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Dalam perjalanaan menuju tujuan tersebut, maka orang tua melakukan segala macam cara untuk mendidik, baik itu memilih sekolah untuk putra-putrinya atau menitipkan anak-anak mereka di pondok pesantren.

Mereka berusaha mencari lembaga pendidikan yang bonafid yang terbaik buat putra-putrinya, namun di antara sebagian dari orang tua lupa, bahwa pendidikan yang terbaik dimulai dari rumah dan orang tua.

Sayangnya banyak orang tua yang tidak sadar betapa pentingnya teladan di rumah dalam membentuk perilaku dan karakter anak.

Orang tua banyak memberikan pengaruh, pengajaran, dan pendidikan kepada anak.

Anak adalah peniru yang ulung, segala apapun yang didapat selama dia berinteraksi dengan orang tua secara tidak langsung akan dipelajari dan ditiru dalam kehidupan anak.

Tugas menjadi orang tua memang tidak mudah dalam mendidik anak. Terlebih di zaman milenial seperti saat ini.

Dan sangat memprihatinkan mana kala melihat tayangan televisi saat ini banyak sekali “manusia yang tidak memanusiakan manusia” salah satu contoh misalnya, maraknya pembunuhan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dll.

Oleh karena itu sebagai orang tua hendaknya berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dalam hal mendidik anak.

Dalam Al-Qur’an Alloh telah memilih Lukman sebagai perawi yang banyak meriwayatkan tentang dasar-dasar keimanan, akidah, ketauhidan, akhlak, serta keutamaan-keutamaan lain dalam agama.

Dan ini bisa dijadikan pegangan yang kokoh bagi anak dalam menjalani kehidupan.

Nasihat- nasihat Luqman kepada anaknya terdapat pada Q.S Luqman ayat 12 – 19. Ayat 12-19 menjelaskan bahwa Allah memberikan hikmah kepada Luqman, oleh karena itu ia harus bersyukur pada Allah.

Di antara hikmah tersebut ialah, sistem pendidikan anak.

Sistem pendidikan anak yang diberikan kepada Luqman sangat mendasar dengan urutan yang sangat teliti mencakup semua hal yang utama.

Luqman memulai pendidikan anaknya dari masalah akidah atau keimanan agar tidak tercampur dengan syirik.

Sebab, sebaik apapun akhlak dan sebanyak apapun amal saleh, jika akidah belum bersih dari syirik, maka tidak akan bermanfaat di akhirat kelak.

Setelah akidah bersih, Luqman mengajarkan berbuat baik dan taat kepada kedua orang tua.

Taat kepada kedua orang tua itu dibatasi selama tidak maksiat pada Allah, karena jalan hidup yang ditempuh haruslah yang menyampaikan kepada Allah.

Setelah itu, Luqman mengajarkan anaknya muraqabatullah (merasa diawasi Allah) karena tidak ada yang tersembunyi dari ilmu Allah.

Dengan demikian, anak akan memiliki pertahanan dari dalam diri dan tidak tergantung pada kontrol manusia dan pengaruh dari luar.

Setelah itu, Luqman mengajarkan anaknya shalat dan berdakwah yang menjadi tiang dakwah.

Setelah itu Luqman mengajarkan akhlak bergaul dengan manusia berdasarkan ketentuan dari allah.

Orang tua diharapkan mampu menjelaskan dan memberi pemahaman sesuai dengan tingkat berfikir dan tahap perkembangan anak baik itu dalam hal penanaman aqidah, ibadah, dan pengajaran akhlak.

Dengan adanya pendidikan aqidah dan akhlak yang ditanamkan sejak dini diharapkan agar ketika anak dewasa kelak memiliki karakter dan kepribadian yang kuat, tidak mudah terpengaruh terhadap pergaulan.

Selain itu kita sebagai orang tua hendaklah bersikap santun,lemah lembut dan kasih sayang terhadap anak.

Membiasakan memeluk dan mencium anak pada usia dini, sebab pelukan dan ciuman di usia dini itu akan dirasakan sebagai selimut kelembutan bagi mereka.

Yang terakhir hanyalah doa yang mampu kita panjatkan kepada Allah penguasa Alam serta isinya agar anak kita menjadi qurrotaa’yun bagi orang tuanya. Aamiin ya rabbal’alamin.
Anakmu bukanlah milikmu.

Mereka adalah putra-putri sang hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tetapi bukankah milikmu…..~Kahlil Gibran~. (Siti Masilah)

Published by

Categorised in:

No comment for Pendidikan Anak Dalam Perspektif Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *