Saturday, 15-06-2024 10:02:49 am
Home » Daerah » Uncategorized » Pengaruh Pandemi Covid-19 Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia oleh: Nana Mawaddatur Rohmah NIM: 1703026031 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Pengaruh Pandemi Covid-19 Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia oleh: Nana Mawaddatur Rohmah NIM: 1703026031 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

(344 Views) November 5, 2020 11:53 am | Published by | No comment

Suarapatinews.com – Pati. Pada tahun 2020 , dunia diledakkan oleh munculnya sebuah virus yang dikenal dengan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Awal munculnya virus ini pertama kali ditemukan di negara china pada akhir Desember 2019. Yang mana virus tersebut menarik perhatian warga Indonesia dan sampai dunia. Dan mulai bulan maret 2020 virus corona menyebar ke indonesia.Virus Corona adalah virus jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Ratusan bahkan ribuan manusia telah terpapar virus di ini. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi virus ini membuat seluruh masyarakat dunia menjadi was-was dan khawatir. Banyak sekali penduduk di dunia termasuk Indonesia yang meninggal akibat terpapar virus corona ini mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Penularan tersebut lewat kontak manusia sulit diprediksi karena aktivitas sosial yang sulit sekali dihindari merupakan alasan penyebab terbesar penularan dari virus ini.  Dan pemerintah membuat kebijakan untuk mencegah rantai virus ini. Seperti kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kebijakan ini dibuat juga mempertimbangkan dampak dan pengaruh agar tidak sebesar jika lockdown dilakukan. Kebijakan lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah seperti Social Distancing dan Physical Distancing, yang mana kebijakan tersebut dalah membatasi interaksi sosial dengan orang lain, mengurangi kegiatan di luar rumah dan tetap dirumah saja. Dan lebih pentingnya bahwa masyarakat diwajibkan memakai masker jika keluar rumah. Kebijakan ini membawa dampak yang sangat besar di bidang ekonomi, sosial dan pendidikan. Tetapi menurut pendapat saya dampak yang sangat besar adalah di bidang pendidikan. Pemerintah mengambil kebijakan bahwa sekolah dan kuliah dengan melakukan pembelajaran secara daring. Saya sendiri sebagai mahasiswi di universitas uin walisongo semarang mengalami dampak dari pandemi ini. Kurang lebih 8 bulan saya belajar secara daring di rumah.



 

Pembelajaran online ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan proses menghentikan penyebaran virus melalui interaksi langsung di antara orang banyak. Tapi pembelajaran online tidak efektif yang kita bayangkan. Bahkan seluruh pihak mengalami kesulitan, tidak hanya siswa, orang tua, guru dan kepala sekolah ikut merasakannya. Pembelajaran daring ini memberikan dampak yang sangat besar, baik dampak positif dan juga dampak negatif. Seperti yang kita lihat bahwa tidak semua masyarakat menguasai teknologi, baik guru, siswa dan orang tua masih ada yang dalam tahap adaptasi dengan kemajun teknologi saat ini. Apalagi masyarakat yang ada di pedesaan, tentu sangat susah untuk mempelajarinya.

 

Sama halnya dengan siswa/ mahasiswa, masih kesulitan dalam menggunakan maupun menguasai teknologi, sehingga sistem daring ini kurang efektif bagi mereka, bukan menambah pengetahuan melainkan kurang memahami pembelajaran yang mereka terima. Namun dampak positifnya , kegagapan teknologi ini menjadi suatu pemacu untuk setiap pihak yang terkait pembelajaran online ini, menjadi lebih serius dalam mendalami sistem teknologi agar semakin mahir dalam menggunakannya, tidak hanya untuk pembelajaran daring, namun juga untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu terlepas dari kegagapan teknologi, ternyata yang ikut menjadi masalah adalah kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap pihak. Banyak guru dan juga siswa yang tidak bisa memenuhi fasilitas teknologi ini, jangankan untuk memenuhi dalam teknologi ini, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga masih kesulitan. Dan masalah ini, kerap dirasakan oleh masyarakat kita yang berada di perekonomian menengah hingga bawah. Seperti contoh, adanya kuliah daring mengharuskan mahasiswa memiliki laptop dan juga handphone. Bukan hanya mahasiswa, siswa pun diharuskan mempunyai handphone untuk digunakan proses pembelajaran daring.Masalah lain yang ikut menjadi dampak pembelajaran online ini adalah jaringan internet dan biaya. Di Indonesia khususnya, masih banyak daerah-daerah yang tidak memiliki atau kurang akses internetnya, sehingga para mahasiswa atau siswa yang bertempat tinggal di wilayah ini akan merasa kesulitan dalam mengikuti kelas online. Sehingga tidak sedikit para siswa dan mahasiswa yang rela untuk mencari sinyal dimanapun agar tetap bisa mengikuti pembelajaran daring. Padahal, jaringan internet tidak akan berjalan jika tidak ada biaya. Namun, tidak semua orang memiliki biaya yang cukup untuk membeli kuota, apalagi pada saat ini, malahan harga kuota sekarang semakin tinggi akibat meningkatnya permintaan masyarakat yang membutuhkan kuota tersebut. (SPN)

Published by

Categorised in:

No comment for Pengaruh Pandemi Covid-19 Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia oleh: Nana Mawaddatur Rohmah NIM: 1703026031 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *