Tuesday, 17-05-2022 10:57:03 am
Home » Daerah » Uncategorized » Pengembangan UMKM Sebagai Solusi Perbaikan Ekonomi Oleh Laili Nur Azlina

Pengembangan UMKM Sebagai Solusi Perbaikan Ekonomi Oleh Laili Nur Azlina

(177 Views) November 12, 2020 10:53 am | Published by | No comment

Suarapatinews.com – Pati. Usaha Mikro Kecil dan Menengah memiliki peranan penting dalam perekonomian Negara. Dilansir dari BBC News Indonesia: Potensi Tinggi UMKM, Usaha Mikro Kecil menyumbang sekitar 53% dari total Produk Bruto Indonesia dan kontribusi ekspor sebesar 20,52%. Angka tersebut dapat dikatakan besar, karena mencapai lebih dari setengah Produk Bruto secara keseluruhan.

Selain memiliki kontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB), Usaha mikro kecil dan menengah juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja. Dengan begitu, pengangguran dapat diatasi atau berkurang dengan adanya lapangan pekerjaan tersebut.



Menurut pengklasifikasian Badan Pusat Statistik (BPS), berdasarkan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan, UMKM di bagi menjadi 3 jenis: Usaha Mikro, yaitu usaha yang mempekerjakan 1 sampai 4 orang; Usaha kecil, yaitu usaha yang mempekerjakan 5 sampai 10 orang; Usaha sedang, yaitu usaha yang mempekerjakan 20 sampai 99 orang.
Jika dilihat dari jumlah tenaga yang dipekerjakan, maka UMKM memiliki potensi yang baik dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dari usaha kecil, usaha mikro, sampai usaha sedang memiliki omzet yang cukup berpotensi baik. Jadi, tidak heran jika UMKM dinilai memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Negara.

Menurut saya, pemerintah harus memiliki perhatian yang cukup terhadap UMKM yang ada di seluruh Indonesia. Karena, jika dilihat dari potensi-potensi yang dihasilkan, UMKM dapat dikatakan sebagai salah satu solusi dalam memperbaiki perekonomian. Terlebih pada kondisi New Normal setelah pandemi seperti sekarang ini. Banyak perusahaan besar yang penghasilannya menurun, atau bahkan sampai gulung tikar.
Misalnya, para pegawai yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ketika mereka hanya mengandalkan penghasilan atau tabungan yang telah diterima sebelum pandemi terjadi, tabungan tersebut lambat laun akan menipis atau bahkan habis, sedangkan kebutuhan hidup terus bertambah. Lain halnya dengan mereka yang setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kemudian mendirikan usaha. Usaha yang dimaksud tidak serta merta langsung besar, akan tetapi dimulai dari usaha kecil-kecilan dahulu. Sebagai contoh, setelah seorang pegawai di PHK dari perusahaan kayu, ia mengembangkan skill yang dimilikinya dengan mendirikan usaha. Pada awal berdirinya, usaha tersebut dalam lingkup kecil. Akan tetapi, lambat laun usaha tersebut menjadi besar, dan kemudian mulai merekrut tenaga untuk membantu usahanya. Dari situlah, angka pengangguran dapat berkurang.

Published by

Categorised in:

No comment for Pengembangan UMKM Sebagai Solusi Perbaikan Ekonomi Oleh Laili Nur Azlina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *