Wednesday, 01-12-2021 05:45:01 am
Home » Pendidikan » Pentingnya Menanamkan Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial di Era Digital

Pentingnya Menanamkan Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial di Era Digital

(737 Views) November 20, 2020 4:28 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keberagaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat maupun agama.

Salah satu keberagaman di Indonesia yaitu keberagaman agama. Di Indonesia mayoritas penduduknya beragama islam.



Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, yaitu agama dalam bentuk rahmat dan kasih sayang Allah Swt kepada seluruh alam semesta.

Tidak ada keraguan bahwa setiap agama mengajarkan orang tentang cinta, kepedulian, perdamaian dan saling menghargai dan menghormati siapa pun, tanpa memandang ras, budaya, bahasa atau agama.

Agama mengajarkan akhlak dan perilaku yang baik dalam kehidupan sosial yang beragam.

Di era digital sekarang ini, teknologi informasi begitu canggih memudahkan seseorang mendapatkan informasi yang diinginkannya.

Segala informasi dapat diakses melalui internet, yang pada akhirnya akan berdampak positif maupun negatif tergantung penggunanya.

Generasi Milenial bisa dikatakan membuka informasi di media sosial hampir setiap hari atau bahkan setiap jam, terkadang mereka membaca atau memutar video dan berbagi informasi tentang “Moderasi Beragama” tanpa mengetahui maksud yang terdapat dalam video tersebut.

Moderasi dalam Bahasa Arab disebut degan al-washathiyah.

Dengan kata kata “wasath” berarti sesuatu yang berada di antara dua batas, yaitu keadilan atau hal-hal biasa, sedangkan Syekh Ibn Asyur mengartikan wasathiyah sebagai hal-hal dalam bahasa, atau memiliki dua tujuan. Sesuatu yang Ukurannya sama.

Sementara itu, dari segi terminologi, Dr. Afrizal Nur, MIS dan Mukhlis Lubis, Lc., M.A mendefinisikan wasathiyah dalam buku “Konsep Wasathiyah dalam Al-Qur’an” sebagai kondisi yang menghalagi seseorang untuk cenderung ke dua sikap ekstrem, yaitu ifoth (berlebihan) atau muqoshir (mengurangi sesuatu yang dibatasi oleh Allah).

Dalam Al-Qur’an, kata wasath disebutkan dalam surat Al-Baqoroh ayat 143 yang artinya : “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat islam) “umat pertengahan” (umat yang adil, yang tidak berat sebelah, baik ke dunia maupun ke akhirat, tetapi seimbang antara keduanya), agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu.”

Dari penjelasan di atas, definisi sederhana wasathiyah adalah sikap di mana umat Islam dapat menyeimbangkan dunia dan akhirat tanpa ada prasangka di antara keduanya.

Oleh karena itu, seorang Muslim moderat harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya di dunia dan di akhirat, baik dalam hubungan antar tuhannya maupun dalam hubungan pribadi antara sesama.

Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) dari Syarikat Islam Indonesia, yaitu KH. Muflich Chalil Ibrahim mengatakan bahwa menerapkan moderasi beragama ini sangat diperlukan, apalagi bagi generasi milenial.

Hal itu sebagai upaya bahwa mengajarkan agama itu bukan hanya sebagai untuk membentuk pribadi-pribadi saleh, tetapi juga menjadikan pemahaman keagamaannya sebagai alat untuk menghormati kelompok agama lain.

Moderasi Beragama harus dipromosikan, terutama pada generasi milenial.

Dengan cara ini generasi milenial bisa menerima perbedaan pendapat. Karena sekarang banyak terjadi “yang berbeda pendapat bisa menjadi lawan”.

Oleh karena itu, sangat diperlukan menanamkan moderasi beragama pada generasi millenial.

Sejak hadirnya smartphone canggih di Indonesia, para milenial rentan terhadap pesan hoaks yang tersebar di Internet tanpa harus mencari kebenaran terlebih dahulu.

Namun di sisi lain, smartphone dapat memberikan dampak positif bagi generasi milenial dengan mengakses kajian Islam (seperti ceramah, pengajian dan kajian keberagaman agama) dan menggunakannya sebagai pelajaran.

Namun, generasi milenial pada umumnya belum memiliki pemahaman yang kuat tentang konten keagamaan, sehingga mudah terpengaruh oleh ideologi lain. Misalnya, ideologi radikalisme.

Menerapkan moderasi beragama harus digalakkan dengan cara yang sangat menarik seperti dakwah secara digital, karena saat ini sudah serba digital.

Oleh karena itu, perlu terus dibangun situs dakwah Islam agar umat Islam dapat lebih mudah memahami keberagaman agama tanpa terjerumus dalam ideologi radikalisme agama. Selain itu, sekarang banyak muncul da’i muda saat ini.

Karena kita tahu anak muda lebih mengenal anak muda, maka dengan bertambahnya da’i muda kita berharap suatu saat bisa menjadi penggerak generasi milenial lainnya.

Untuk itu, jadikanlah teknologi digital sebagai penguat dakwah moderasi beragama di era digital saat ini agar kelak generasi millenial bisa menjadi indiovidu-individu penyebar manfaat dan kebaikan kepada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. (Lisa Izzah Karim) KKN MDR MADUKARA IPMAFA PATI.

Published by

Categorised in:

No comment for Pentingnya Menanamkan Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial di Era Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *