Sunday, 21-04-2024 08:38:07 am
Home » Kabar Desa » Telisik Momentum Digitalisasi UMKM di Era Pandemi

Telisik Momentum Digitalisasi UMKM di Era Pandemi

(295 Views) November 18, 2020 3:08 pm | Published by | No comment

Suarapatinews. PATI – Sudah dua tahun silam Coronavirus 2019 (COVIDd-19) menjelajah negara Asia bahkan sampai ke penjuru dunia, dan termasuk Indonesia, rabu tgl (18/11/20).

Berbagai dampak dibawanya, dari mulai dampak kesehatan hingga ke perekonomian.



Sekitar awal tahun 2019 COVId-19 telah melumpuhkan perekonomian di Indonesia maupun Dunia.

Dalam factor ekonomi ini berdampak di berbagai sector Ekonomi. Diantaranya sector premier, tersier, dan sekunder.

Indonesia merupan salah satu negara yang terdampak dari COVID-19.

Awal Maret 2020 untuk pertama kalinya kasus COVID-19 di temukan di Indonesia.

Sejak saat itu Pemerintah mulai mengambil tindakan untuk mengantisipasi terjadinya penularan yang lebih banyak dengan cara menutup semua transportasi udara dari luar negeri terkhususnya negara yang terdampak COVID-19.

Namun usaha ini tak membawakan hasil yang begitu besar.

Seiring berjalannya waktu kasus COVID-19 di Indonesia semakin bertambah banyak setiap harinya.

Hingga Pemerintah mengambil tindakan untuk menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar).

Dengan penerapan PSBB ini perekonomian keuangan negara semakin memburuk.

Dampak ini dirasakan dari berbagai sektor ekonomi di Indonesia yaitu sektor industri, pertanian, konstruksi, pertambangan, dan perdagangan. Dan tentunya ini mempengaruhi dalam pemasukan negara dan pembisnis besar.

Tak hanya pembisnis besar yang merasakan dampak COVID-19, ini juga dirasakan oleh Usaha MIkro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia.

Peran UMKM dalam perekonomian sangat besar dan memberikan pengaruh yang cukup besar.

Sehingga pada kondisi pandemi COVID-19 ini dampak negatif yang dirasakan.

Dilansir dari laman web kominfo Kementrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mewartakan sebanyak 3,79 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah menggunakan media online sebagai wadah pemasarannya.

Total jumlah pelaku UMKM yang ada di Indonesia yakni sebesar 59,2 juta UMKM yaitu hanya berkisar 8 persen dari total keseluruhan.

Dimasa pandemi COVID-19 media sosial sangat membantu dalam memperbaiki perekonomian UMKM kembali.

Menurut Kemenkop UKM berkisar 3700 pelaku UMKM melaporkan bahwa mereka mengalami permasalahan dalam penjualan yaitu penjualan semakin menurun, pembiayaan permodalan, distribusi barang, dan kesulitan dalam mencukupi kebutuhan bahan baku.

Permasalahan-permasalahan UMKM tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya ada, Penerapan Sosial Berskla Besar (PSBB), kebijakan pemerintah dalam melockdown tempat-tempat keramaian dan menerapkan kerja dari rumah.

Karena permasalahan-permasalahan tersebut para UMKM mengalihkan penjualannya ke media digital.

Banyak UMKM yang menggunakan media Digital sebagai ajang buat promosi dan sebagai tempat atau toko buat penjualan barang yang didagangkan.

Namun masih banyak juga pelaku UMKM yang masih belum beralih ke media digital sebagai tempat penjualan dan promosinya.

Ada beberapa alasan yang membuat mereka belum beralih ke media digital.

Alasannya yaitu mereka belum paham akan penggunaan media digital, mereka belum tahu mehanu akan penggunaan media digital, dan ada beberapa yang memang harus dijalankan offline.

Perubahan keadaan seperti ini menyebabkan kita pelaku UMKM maupun konsumen harus mulai beradabtasi dan menyesuaikan dengan keadaan baru.

Dengan terpaksa mereka harus memepelajari tentang perkembangan teknologi seperti smartphone.

Media digital ini menjadi jalan satu-satunya yang dapat di gunakan para pelaku UMKM untuk tetap aktif dalam jual beli.

Ada beberapa cara yang dapat mereka gunakan untuk memelajari media sosial dan cara berjualan dengan media sosial yang benar.

Untuk mengatasi permasaahan mereka yang tidak tahu menahu akan teknoogi mungkin bisa dengan cara meihat tutorial yang ada di web ataupun yang ada di youtube atau bisa meminta bantuan kepada para ahli teknologi.

Untuk cara berjualan di media sosial yang benar yaitu ada beberapa langkah yang bisa digunakan diantaranya, kita harus menentukan taget pasar kita itu siapa.

Karena tidak semua orang dapat menggunakan produk yang kita jual.

Yang kedua itu ada menandai foto yang kita upload sesuai dengan postingan kita.

Tujuannya itu agar postingan kita dapat terdeteksi dan mudah dijumpai oleh konsumen.

Ketiga kita harus sering-sering upload barang dagangan kita, bisa melalui instastory atau dibikin status media social lainnya, ini tujuannya agar konsumen dapat mengetahui bahwa kita masih aktif berjualan.

Keempat kita harus dapat mengemas atau mendesaign barang dagangan kita agar tampil menarik dan dapat mengikat konsumen.

Kelima hindari aksi-aksi negatif terhadap pesaing kita, keenam kita dapat meniru metode promosi oleh toko lain, ketuju kita dapat membangun komunikasi dan hubungan yang baik terhadap konsumen, dan yang terakhir kita harus cepat respon terhadap konsumen. (Sri Purwati)

Published by

Categorised in:

No comment for Telisik Momentum Digitalisasi UMKM di Era Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *