Tuesday, 07-12-2021 05:44:47 am
Home » Pendidikan » Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia Menjadi Simbol Perdamaian Dunia

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia Menjadi Simbol Perdamaian Dunia

(152 Views) November 15, 2020 7:24 am | Published by | No comment

Suarapatinews. PATI – Keberagaman adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan di muka bumi ini, Minggu tgl (15/11/20).

Banyak sekali perbedaan yang sering kita jumpai di sekeliling kita, terutama bagi kita yang tinggal di Indonesia. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, ras, budaya dan agama.



Ada 6 agama yang diakui di Indonesia yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghuchu.

Meskipun memiliki banyak perbedaan namun semua warga di Indonesia hidup berdampingan dengan rukun dengan memegang bhineka tunggal ika.

Bhineka tunggal ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu juga adalah semboyan yang digunakan oleh warga Indonesia untuk bisa hidup berdampingan dengan saling toleransi.

Toleransi adalah sikap manusia untuk saling menghormati dan menghargai baik antar individu maupun antar kelompok.

Sikap toleransi begitu dijunjung tinggi di Indonesia sampai tertuang dalam hukum negara.

Hal ini dilakukan guna menjaga perdamaian di Indonesia karena banyaknya perbedaan keyakinan, warna kulit, pendapat, ras, dan juga budaya.

Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010 Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 236.641.326 jiwa membuat Indonesia menjadi negara ke 4 yang memiliki penduduk terbanyak di dunia.

Dan pada tahun 2020 per tanggal 30 juni 2020, Indonesia memiliki jumlah total penduduk sebanyak 268.583.016 jiwa.

Dalam kurun waktu 10 tahun penduduk di Indonesia naik 31.941.690 jiwa (Nasional.kompas.com, 12/08/2020).

Banyaknya penduduk tersebut tentu membuat terdapat banyak keberagaman.

Dari keberagaman inilah yang terkadang membuat munculnya konflik yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam hal pendapat maupun ideologi.

Sikap intoleransi dan juga diskriminasi di Indonesia juga kerap terjadi, terutama berkaitan dengan masalah agama.

Seperti pada tahun 1990 Indonesia dikejutkan dengan tragedi Ambon berdarah, dan isu agama sebagai alasan yang memicu terjadinya tragedi ini (Sindonews.com, 18/04/2018).

Adanya bom pada tahun 2000 di Bali. Dan juga di Mei tahun 2018 telah terjadi pengeboman di tiga Gereja di Kota Surabaya (Tempo.co 30/05/2018). Dan masih banyak contoh yang lainnya.

Peristiwa-peristiwa ini tentu membuat kenyamanan dan rasa aman warga Indonesia dalam menjalani ibadah menjadi tertanggu.

Dan hal ini dapat memunculkan kebencian yang membuat Persatuan Bangsa Indonesia menjadi terpecah belah.

Untuk menyikapi beberapa konflik tersebut maka masyarakat harus memiliki sikap saling toleransi.

Hal ini tentu menjadi peringatan kepada bangsa Indonesia bahwa persoalan kerukunan dan toleransi umat beragama masih menjadi kebutuhan pokok untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang aman dan damai.

Seluruh elemen masyarakat baik itu warga sipil, pemerintah, tenaga pendidik, apparat keamanan dan ulama dapat bekerjasama untuk mewujudkan sikap toleransi agar dapat terwujudnya Indonesia yang berbhineka tunggal ika.

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan menumbuhkan sikap toleransi pada diri kita sendiri.

Kita harus mampu untuk menghargai dan menghormati setiap yang orang lain lakukan termasuk dalam pilihan agamanya, mampu dan mau menerima pendapat orang lain, selama itu tidak merugikan orang lain.

Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, beliau berkata ditanyakan kepada Rasulullah SAW.

“Agama apa yang paling dicintai oleh Allah? Maka Rasulullah bersabda Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)”. Makna As-Samhah dalam konteks ini memiliki makna untuk merujuk pada toleransi.

Hadits ini sering digunakan oleh umat Islam sebagai rujukan untuk mendukung sikap toleransi atas agama-agama yang lain.

Selain hadits tersebut, terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi “Lakum diinukum wa liyadiin,” yang artinya adalah “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”. dalam surat ini sudah menunjukkan bagaimana toleransi dalam beragama.

Ini mencerminkan untuk saling menghormati hak berkeyakinan sesama manusia. (Siti Zumrotun)

Published by

Categorised in:

No comment for Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia Menjadi Simbol Perdamaian Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *