Friday, 03-12-2021 07:29:10 pm
Home » Pendidikan » Zona Nyaman Anak di Masa Pandemi

Zona Nyaman Anak di Masa Pandemi

(114 Views) November 18, 2020 3:01 pm | Published by | No comment

Suarapatinews. PATI – Penerapan Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi penularan COVID-19 ini membuat semua kegiatan menjadi terhambat dan ribet, Rabu tgl (18/11/20).

Dari mulai kegiatan ekonomi maupun kegiatan Pendidikan.



Selama pandemic COVID-19 proses kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa maupun guru mengalami perubahan yang signifikan.

Di masa pandemic ini anak terjebak ke zona nyaman dan guru di haruskan keluar dari Zona Nyaman.

Dengan adanya COVID-19 ini kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara tatap muka, semua ini diharuskan beralih ke proses belajar mengajar secara online.

Pendidikan merupakan salah satu pendukung dalam menghadapi kehadiran dan ancaman pandemic ini, dengan melakukan perlawanan kreatif.

Proses belajar mengajar di sekolah akhirnya terhenti. Zona nyaman anak belajar di sekolah akhirnya terputus.

Peserta didik harus berdiam diri dirumah. Dan orangtua menjadi peran utama mendidik dalam kondisi ini.

Dimasa pandemic ini juga sangat menyulitkan para orangtua yang dalam menghadapi proses belajar dan mengajar yang beralih ke system online atau yang sering kita sebut dengan Daring.

Masih banyak orangtua yang mengalami kebingungan dalam pembelajaran daring.

Seperti yang terjadi di Desa Bungasrejo hanya sekitar 15% dari orangtua yang paham dengan masalah teknologi sebagai media pembelajaran daring.

Dan selebihnya masih kurang paham bahkan tidak tahu. Ada beberapa hal yang mejadikan mereka kebingungan.

Diantaranya ada kurangnya pengetahuan, tidak mempunyai smartphone, dan latar belakang Pendidikan yang hanya sampai di jenjang SD bahkan ada yang tidak sekolah.

Dengan beralihnya sistem pembelajaran ini Guru dan Orang tua terpaksa keluar dari Zona Nyaman mereka.

Orangtua yang biasanya mengontrol atau menjadi pengawas kegiatan pembelajarn anaknya kini mereka dituntut untuk ikut serta masuk dalam kegiatan pembelajaran anak-anaknya dan terpaksa buat belajar memahami teknologi.

Selain itu para Orangtua juga dituntut untuk menjadi Guru dalam proses mengajar. Namun tak banyak orangtua yang bisa menempati posisi ini.

Kondisi ini juga memaksa semua guru untuk keluar dari Zona Nyaman mereka.

Kegiatan mengajar yang biasanya dilakukan dalam ruang kelas secara langsung kini mereka dituntut untuk menggunakan system daring.

Tak heran bila ini membuat para guru untuk keluar dari zona nyaman karna mereka di paksa untuk membuat metode pembelajaran daring ini bisa dipahami oleh siswanya. Mengubah tatanan pembelajaran.

Dari mulai pembuatan video sebagai media penjelasan dan penggunaan aplikasi pendukung Pendidikan lainnya.

Jika Guru dan Orangtua dipaksa keluar dari Zona Nyaman mereka. Kini Siswa terjebak dalam zona nyaman pandemi.

Mereka menjadi enggan untuk datang kembali ke sekolah, dan melaksanakan kegiatan belajar dirumah dengan berbagai alasannya.

Banyak hal yang membuat mereka terpuruk dalam zona nyaman pandemic, saat pembelajaran dari rumah mereka hanya bermain-main, dan banyaknya tugas anak yang di kerjakan oleh orangtuanya, ini membuat anak semakin tak paham dengan materi yang di berikan.

Terkait dengan perubahan system Pendidikan di masa pandemic membentuk kreativitas dan inovasi dari guru, orangtua, dan siswa.

Meski begitu kemendikbud mengakui kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam kondisi pandemi saat ini belum optimal.

Bapak Menteri Kemendikbud Nadiem Anwar Makarim mengakui bahwa pembelajaran dlam keadaan ini memang tidak mudah.

Dalam dimensi Pendidikan yang sekarang ini sangat membutuhkan kreativitas dari guru dan orangtua dalam menghadapi keadaan Pendidikan baru yang dapat membuat semakin peka terhadap esensi Pendidikan guna pengembangan bakat dan kemampuan diri.

Keadaan ini juga membuat para guru untuk mencoba semua fitur ruang maya sebagai pengganti ruang kelas. Namun tak banyak guru yang berani mencoba.

Bahkan di daerah yang kurang dengan kemajuan teknologi para guru memilih untuk pembelajaran home to home.

Sifat sabar dan ikhlas yang menjadi semangat buat mendidik anak-anak.

Tak mudah pula para guru untuk menumbuhkan rasa keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Perlu adanya dorongan yang kuat, niat yang kuat untuk belajar, menganalisis dan melaksanakan eksekusi.

Jika hanya wacana saja tidak mampu untuk mendobrak zona nyaman. Namun yang terpenting yaitu mencoba terlebih dahulu.

Untuk masalah gagal atau berhasil adalah biasa dan menjadi urusan belakangan.

Bila kita tak pernah untuk mencoba maka kita tak akan pernah tau sampai mana kemampuan yang kita miliki. (Sri Purwati)

Published by

Categorised in:

No comment for Zona Nyaman Anak di Masa Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *