Monday, 08-08-2022 09:15:50 am
Home » Pendidikan » Pengembangan Pendidikan Dakwah Dalam Keluarga

Pengembangan Pendidikan Dakwah Dalam Keluarga

(288 Views) December 3, 2020 3:14 pm | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Keluarga adalah harta pertama dan yang paling berharga yang dimiliki oleh sesorang, keluarga adalah komunitas terkecil dalam kehidupan sosial masyarakat, keluargalah awal terjadinya komunitas masyarakat yang besar.

Endang Tri Cahyanti KKN MDR Yasawirya Institut pesantren mathali’ul falah.

Dalam konteks islam, keluarga digambarkan dalam tiga kunci, yaitu sakinnah, mawaddah dan warahmah.



Dalam memcapai keluarga yang taat kepada allah SWT, ada beberapa pendidikan dakwah yang dapat diterapkan didalam keluarga.

Yang pertama ada pendidikan iman, hal yang pertama dapat dilakukan sebagai contoh anak adalah hendaknya dimulai dari orang tua itu sendiri agar anak dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua.

Misalnya ibu dan ayahnya sedang sholat dan membaca Al-ur’an.

Mendengarkan doa-doa harian kepada anak secara berulang-ulang, karena jika anak melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya akan berpengaruh kepada tindakan dan ucapan anak nantinya.

Kemudian memberikan pendidikan moral kepada anak. Pendidikan moral tidak dapat diajarkan dari buku atau bahan ajaran lainnya, namun orang tua lah yang dapat memberikan pelajaran moral itu sendiri.

Pelajaran moral dapat diberikan dengan mengajarkan sikap saling meghargai, mengajarkan sikap jujur dan jangan berbohong, mengajarkan sikap rendah hati dan saling menolong sesama, mengajarkan sikap bertanggung jawab pada apa yang telah diperbuat dan mengajarkan sikap saling menyayangi baik anatar manusia ataupun antar makhluk hidup lainya.

Selanjutnya orang tua hendaknya memberikan pendidikan psikis pada anak, hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman pada anak untuk memahami apa yang diinginkanya dan apa bagaimana cara dia menilai dirinya sendiri untuk menentukan langkah.

Pendidikan psikis juga dapat membantu orang tua untuk mengetahui bagaimana tumbuh kembang anak, tahap perkembangan dan masalah mereka.

Selain pendidikan psikis, pendidikian fisik juga hendaknya diterapkan oleh orang tua pada anaknya.

Pendidikan fisik dimulai dari usia yang sangat dini untuk merangsang tumbuh kembang anak baik motorik, organik, intelektual maupun emosional.

Seperti mengajarkan gerakan sholat yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dan yang terakhir adalah pendidikan seksual. Anak-anak umumnya penasaran akan berbagai hal, dan orang tua sebagai pihak terdekat dari anak akan menjadi sasaran pertanyaan-pertanyaan dari anak dan kadang anak menanyakan hal yang sepantasnya tidak dipertanyakan oleh anak misalnya tentang bagaimana ada bayi? kenapa anak laki-laki berbeda dengan perempuan?

Jika anak menanyakan hal seperti ini, orang tua hendaknya memberikan jawaban yang jujur dan tidak boleh asal namun masih bisa dicerna oeh anak, seperti bagaimana bisa ada bayi?

Jadi bayi ada sama kayak adek nanam benih ditanah terus adek siram, nah nanti kan benihnya mulai tumbuh besar terus keluar, sama kayak bayi itu dari benih tapi nanamnya bukan di tanah tapi diperut mama terus nanti lama-lama akan tumbuh besar terus keluar.

Jawaban jujur dari orang tua kepada anak agar berguna untuk nanti saat anak menginjak remaja.

Apabila orang tua memberikan jawaban yang asal, dikhawatirkan anak akan salah paham pada jawaban yang diberikan oleh orang tuanya.

Pendidikan dalwah didalam keluarga ini diharapakan agar keluarga tersebut dapat terarah dan sesuai dengan syariat islam, mewujudkan ketentraman dan ketenangan psikologi, melahirkan generasi yang membanggakan umat dengan kehadiranya, memenuhi kebutuhan kasih sayang dan cinta kasih kepada anak-anak dan mengarahkan pra generasi agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan dan kenakalan remaja.

Menjaga anak adalah fitrah yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua dan bagaimana tumbuh kembang dan sifat anak tergantung bagaimana orang tu mendidik anak tersebut.

Oleh karena itu pendidikan dakwah pada anak harus ada dalam keluarga karena hal ini dapat berpengaruh pada bagaimana perkembangan anak itu nantinya.

Kita sebagai orang tua yang mutlaknya menjadi guru pertama dan contoh hidup nyata dari anak-anak kita nantinya hendaknya memiliki pengaruh yang baik kepada anak.

Umumnya anak akan meniru bagaimana orang tua nya dalam berbicara dan bersikap.

Mengingat menjaga dan mendidik anak bukanlah hal yang dapat dilakukan sembarangan, maka dari itu diharapkan orang tua dapat mendidik anak nya dengan baik, hal ini sangat penting mengingat menikah bukann hanya seedar untuk mencari pendamping hidup namun juga melanjutkan perjuangan islam bersama dengan pasanganya.

Untuk mencapai nilai tersebut, maka keluarga harus memiliki keimanan cinta, dan tarbiyah. Hal ini lah yang minimal harus dimiliki oleh keluarga islami, keluarga dakwah.

Endang Tri Cahyanti
KKN MDR Yasawirya
Institut pesantren mathali’ul falah.

Published by

Categorised in:

No comment for Pengembangan Pendidikan Dakwah Dalam Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *