Tuesday, 07-12-2021 05:42:15 am
Home » Pendidikan » Pentingnya Remaja Bermoderasi Dalam Beragama

Pentingnya Remaja Bermoderasi Dalam Beragama

(238 Views) December 1, 2020 11:55 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Indonesia sebagai sebuah negara majemuk yang memuat banyak sekali keberagaman yang terdiri dari keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama, pada masa ini seringkali diterpa isu tentang radikalisme.

Gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu ini semakin hari semakin tumbuh dan secara terang-terangan menyuarakan ideologi mereka.



Aksi teror, penculikan, penyerangan, bahkan pengeboman pun kian marak terjadi.

Sering kali kita melihat peperangan antar saudara sendiri yang merasa bahwa kelompoknyalah yang paling benar.

Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri apa lagi kita sebagai mahasiswa apa lagi kita juga mahasiswa milineal harus ikut berperan menciptakan masyarakat yang bergandengan dengan seagama tanpa menyalahkan satu sama lain, jika ada suatu persoalan dimasyarakat berkaitan dengan agama harus dapat menelaah dengan keilmuan yang kita miliki, dan bijak dalam menyampaikan kepada masyarakat serta menjaga etika dan moralitas itulah pentingnya remaja bermoderasi.

Tantangan untuk mempersatukan negara ini bukanlah dari luar, tetapi dari dalam negeri sendiri.

Sebagai generasi muda bangsa, kita harus bisa mencegah perpecahan. Menghargai pendapat orang lain dirasa sangat perlu diterapkan dalam prinsip diri.

Inti dari ajaran agama adalah kemanusiaan dimana agama mengajarkan untuk menghargai dan menghormati sesama manusia tanpa memandang latar belakang pribadi tersebut.

Manusia secara individual jauh dari kata sempurna, yang bisa menyempurnakan kita sebagai manusia yang hidup dalam kelompok sosial adalah kesepakatan.

Tuhan menghadirkan keberagaman dalam budaya dan sudut pandang adalah untuk mencapai kesepakatan.

Kesepakatan untuk menjunjung tinggi perdamaian dan ketertiban yang berlaku dalam norma bermasyarakat.

Bukankah disetiap agama kita diajarkan untuk saling mengormati orang lain dan juga lingkungan sekitar.

Mencintai diri sendiri secara berlebihan adalah contoh dari keegoisan yang dapat menyebabkan menyepelakan orang lain dan kurang menghargai.

Kampanye untuk menegakkan moderasi beragama perlu di galakkan lagi.

Pemerintah sejak dari dulu mengampanyekan moderasi beragama dengan melalui kementrian agama.

Sebagai anak muda yang melek dengan infomasi kita harus bijak dalam bermedia sosial, dengan menyaring informasi yang baik.

Media sosial jangan sampai merusak generasi kita untuk memecah belah.

Kita harus bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi.

Dengan ketebukaan akses internet yang menyeluruh di Indonesia diharapkan generasi muda saat ini lebih pintar lagi dalam beremedia sosial.

Kontrol orang tua juga sangat penting untuk membimbing anak-anaknya dalam menyerap informasi.

Generasi muda kita harus tau batasan mana yang baik dan yang tidak.

Memberikan pengetahuan tentang akhlak yang baik adalah tugas utama bagi orang tua.

Dalam islam sendiri Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak umatnya.

Sebagai penerus dan pemegang mandat untuk menjaga dunia dalam keseimbangan, marilah kita bersama-sama belajar bermasyarakat, belajar menghormati orang lain dan menerima pendapat orang lain.

Lebih baik kita kembali konsep al-Qur’an sendiri, karena kitab suci ini lah muara kita dalam memahami Islam.

Moderasi dalam pandangan al-Qur`an menjadi inti dari sebuah tatanan masyarakat yang ideal (khayr ummah).

Konsep al-Qur`an menjadi tawaran yang kuat di tengah pergulatan wacana keilmuan sepanjang sejarah manusia tentang masyarakat, isu ini merupakan wacana yang selalu diperbincangkan.

Dengan kembali konsep al-Qur`an sendiri, ada standar yang objektif dan baku.

Dari istilahnya, “moderasi” dalam al-Qur`an disebut dengan wasathiyyah, diambil dari kata ummatan wasathan (umat yang moderat) (Qs. 2: 143).

Secara kebahasan, wasath adalah posisi tengah di antara dua sisi bersebelahan.

Akan tetapi, tidak lantas lalu kita memaknai secara fisikal. Tentu tidak. Tidak juga terlalu rigid.

Yang penting adalah keseimbangan (tawâzun, equilibrium). Kita bisa membutiri beberapa point penting moderasi menurut al-Qur`an.

By : Imam Khoiruddin
Anggota KKN MDR Charisma IPMAFA.

Published by

Categorised in:

No comment for Pentingnya Remaja Bermoderasi Dalam Beragama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *