Tuesday, 07-12-2021 06:01:38 am
Home » Sejarah » Mengungkap Misteri Prasasti Batu Tulis di Desa Bageng – Gembong

Mengungkap Misteri Prasasti Batu Tulis di Desa Bageng – Gembong

(423 Views) September 13, 2021 12:15 pm | Published by | No comment

Suarapatinews.com – Pati. Ditemukanya sebuah batu berukirkan tulisan Jawa kuno, mengindikasikan desa Bageng telah terdapat peradaban sejak zaman dahulu kala. Hal tersebut juga didukung dengan ditemukanya beberapa bagian benda seperti keramik cina, Terakota, Gandik, serta Watu Lumpang yang hingga kini masih utuh bentuknya dan tersebar dibeberapa tempat di desa Bageng.

Prasasti Batu Andesit yang Bertuliskan Huruf Jawa Kuno

Mengetahui informasi tersebut tim dari Balar (Balai Arkeologi) D.I. Yogyakarta yang didampingi TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) kabupaten Pati, serta Palupi (Pencinta Alam Sedulur Pati), dan beberapa warga melakukan ekspedisi ke desa Bageng untuk melakukan pengamatan awal situs arkeologi sesuai dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat pada Selasa, (13/9) yang berlokasi di bukit Amazon dan sekitarnya.



Salah Satu Watu Lumpang yang Masih Utuh Bentuknya

Bebarapa hasil temuan yang diperoleh tim ekspedisi diantaranya membuktikan benar adanya batu bertuliskan huruf Jawa Kuno yang berlokasi di lahan Perhutani KPH Pati yang kini digunakan sebagai lahan kopi garapan milik seorang petani di dukuh Pondokan desa Bageng kecamatan Gembong – Pati pada ketinggian 1.010 mdpl. Selain ditemukan Prasasti, di lokasi tersebut juga ditemukan sebuah Watu Lumpang yang berjarak sekitar 10 meter dan beberapa pecahan Terakota di sekitarnya.

Beberapa Benda yang Ditemukan Warga di Sekitar Lokasi Prasasti

Dalam Pengamatanya Hery Priswanto, S.S selaku ketua tim ekspedisi yang berasal dari Balar D.I.Y menerangkan kepada awak media bahwa tulisan yang terdapat pada batu andesit merupakan huruf Jawa Kuno yang berisi mantra yang digunakan pada zaman dahulu. Adanya bulatan-bulatan kecil di atas tulisan itu merupakan intonasi panjang pendeknya dalam membaca mantra tersebut.

Foto Bersama Tim Ekspedisi di Lokasi Prasasti

Ikut serta dalam rombongan tersebut Drs. Baskoro DT, M.A ahli Arkeologi Sejarah Hindu/Buddha menguatkan bahwa lokasi tersebut pernah terjadi kesinambungan budaya mulai dari zaman pra sejarah dilanjutkan zaman kerajaan Hindu/Buddha dan pasca kerajaan Hindu/Buddha. Pernyataan tersebut diperkuat dengan ditemukanya Watu Lumpang yang biasa digunakan nenek moyang untuk menumbuk biji-bijian atau membuat ramuan. Ditemukan pula benda-benda oleh warga di sekitar lokasi tersebut berupa Gandik, Tarakota berbentuk pipih, Tarakota berbentuk binatang, serta beberapa pecahan keramik Cina.

Sedangkan menurut cerita rakyat yang disampaikan Suwadi seorang petani dari Dukuh Pondokan Desa Bageng – Gembong menuturkan bahwa prasasti ini belum di beri nama. “Beberapa kali orang datang ke sini melakukan tirakat dengan tujuan mengetahui siapa penghuni prasasti ini, alhasil tidak ada yang kuat karena begitu beratnya aura mistis yang ada di dalamya” begitu tuturnya. Awal mula diketahui keberadaan prasasti ini sekitar 20 tahun silam sambung Suwadi.

Untuk melengkapi hasil temuan tim ekspedisi melanjutkan perjalanan mencari benda-benda bersejarah di lokasi yang berbeda sesuai dengan informasi yang didapat dari warga sekitar. Pada kelanjutan perjalanan, tim ekspedisi menemukan beberpa Watu Lumpang yang berlokasi di daerah Kenini dukuh Beji desa Plukaran, kecamatan Gembong – Pati dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 48 cm, dan tinggi 20 cm yang juga masih di lahan perhutani KPH Pati yang digarap warga untuk tanaman kopi.

Naik beberapa meter ke atas bukit, tim ekspedisi kembali menemukan 2 buah Watu Lumpang di situs Mbah Ronggo Geni pada ketinggian 968 mdpl tepat di kaki puncak Argo Jembangan. Di sekitar lokasi tersebut terdapat bebatuan Andesit yang memerlukan penelitan lebih lanjut agar memperoleh hasil yang akurat tentang situs tersebut.

Sebuah pernyataan juga disampaikan Kenji salah seorang tokoh pemuda desa Bageng – Gembong yang bertempat tinggal di dekat lokasi ditemukanya prasasti di bukit Amazon. Pihaknya menyampaikan sejak beberapa waktu lalu sebagian warga di desanya memang menemukan benda-benda aneh yang tidak tahu fungsi dan asal-usulnya. Karena bentuknya menarik, sebagian warga membawa pulang untuk dijadikan barang koleksi.

Setelah kedatangan tamu dari Balar D.I.Y dan menunjukan beberapa benda hasil temuanya kepada tim Balar, barulah diketahui bahwa benda-benda tersebut merupakan benda purbakala yang sangat berarti untuk dijadikan obyek pengamatan dan kemungkinan berkaitan dengan temuan – temuan sebelumnya di kabupaten Pati, khususnya di lereng Muria.

Mengetahui hal tersebut, lanjut Kenji mempunyai inisiatif untuk melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dengan narasumber dari Balar D.I.Y beberapa waktu mendatang dengan tujuan warga mempunyai kesadaran atas pentingnya menjaga kelestarian benda-benda peninggalan sejarah. Lebih lanjut Kenji juga berharap kelak benda – benda tersebut dipat dikumpulkan menjadi satu di suatu tempat, sehingga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung di desa Bageng.

Pengukuhan desa Bageng menjadi desa Wisata oleh Bupati Pati beberapa waktu lalu menjadikan desa ini harus memiliki daya tarik tersendiri. Selain Jeruk Pamelo Bageng sebagai icon desa, juga terdapat bendungan Loji yang saat ini dalam proses pembangunan. Selain hal tersebut dengan adanya temuan benda – benda Aetefak diharapkan akan menambah daya tarik wisatawan ke desa Bageng tutup Kenji. (Andik)

Published by

Categorised in: ,

No comment for Mengungkap Misteri Prasasti Batu Tulis di Desa Bageng – Gembong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *