Tuesday, 17-05-2022 11:07:36 am
Home » Daerah » Ketua Panita Abdul Gofur Menyimpan Rahasia Besar Terkait Pengisian Perangkat Desa Tanjunganom

Ketua Panita Abdul Gofur Menyimpan Rahasia Besar Terkait Pengisian Perangkat Desa Tanjunganom

(117 Views) March 18, 2022 3:52 am | Published by | No comment

Ketua panita Abdul Ghofur memberikan sambutanSuarapatinews. Pati – Uji publik pengisian perangkat desa tahun 2022  dilaksanakan dibalaidesa Tanjunganom kecamatan gabus kabupaten Pati. dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan keabsahan berkas bakal calon perangkat desa yang terdapat tiga formasi lowongan perangkat desa, (16/03/22)

Hadir dalam kegiatan tersebut pengawas kecamatan yg terdiri dari unsur muspika antara lain camat, Kapolsek dan danramil gabus, dan beberapa lembaga desa yg diundang secara resmi.

Kegiatan uji publik yang dilakukan di balai desa Tanjunganom 16 Maret 2022 bertujuan untuk memverifikasi berkas bakal calon perangkat desa, uji publik tersebut diselenggarakan sesuai jadwal tahapan yg sudah dibuat oleh pengawas kecamatan.



Tiga formasi kekosongan perangkat desa Tanjunganom adalah Sekdes, kaur umum dan tata usaha, kaur perencanaan masing masing formasi terdapat jumlah bakal calon yang lumayan banyak diantaranya, balon sekdes ada lima orang, balon kaur tata usaha dan umum ada tujuh orang balon dan yang terakhir kaur perencanaan ada 6 balon, yang mana dalam kegiatan tersebut sudah dinyatakan sah oleh perserta rapat uji publik tersebut. Tetapi dalam kegiatan uji publik tersebut terdapat keganjilan karena anggota BPD yang diundang hanya ketua saja yang lainya tidak mendapatkan undangan. Hal tersebut menjadikan tanda tanya besar ada rahasia besar apa yang sedang disembunyikan oleh panitia yang diketuai oleh Abdul Ghofur, dan hal tersebut tidak dapat dikonfirmasi karena Abdul Ghofur selaku ketua panitia tidak mau dimintai keterangan terkait alasan mengapa BPD hanya diwakili oleh ketua saja yang bernama Sugeng yang  saat itu hadir di acara uji publik.

Sementara salah satu anggota BPD Desa tanjunganom yang berhasil kami temui yang tidak mendapatkan undangan uji publik memberikan statement terkait keganjilan tersebut. tetapi meminta dirahasiakan identitasnya. Dalam pernyataannya yang bersangkutan menganggap panitia tidak memiliki rasa hormat terhadap anggota BPD yang mana anggota BPD merupakan keterwakilan wilayah yg ada didesa Tanjunganom yang meliputi Tanjunganom, dukuh galmalang, dukuh pondok dan dukuh paras. Saya sebagai anggota BPD merasa ada rahasia besar yang disimpan oleh ketua panitia Abdul Ghofur.

Kecurigaan saya mungkin hal tersebut ada hubungannya dengan pengkondisian calon perangkat desa yang sudah mendapatkan restu oleh kepala desa Tanjunganom kec. Gabus Pati. Karena sudah beredar informasi terkait calon perangkat desa yang mendapat restu oleh kades karena sebelum menjabat kades periode ketiga, ketika menjelang Pilkades memberikan janji kepada beberapa pihak jika membantunya maka dikemudian hari akan dijanjikan jabatan perangkat desa.

Padahal kita tahu semua bahwa yg berhak menjadi perangkat desa adalah warga Indonesia yang berumur 20 tahun sampai 42 tahun setelah medaftar sesuai perbub 55 tahun 2022. Yang dinyatakan lolos ujian ljk atau cat yang dilakukan di kabupaten yang bekerja sama dengan pihak ketiga dengan mendapatkan nilai yg tertinggi dengan ditambahkan nilai skor pengabdian. Bukan karena mendapat restu dan dukungan kepala desa, camat ataupun bupati.

Sedangkan warga yang kami temui hanya mengingatkan bahwa, agar pengisian kekosongan perangkat didesa harus diisi secara sportif dan terbuka. Jangan karena banyak duit sehingga mengatur semuanya meskipun menabrak aturan yang ada. Lagi pula buat apa memaksakan kehendak untuk menjadikan anak sebagai perangkat desa jika tidak layak dan tidak mampu hanya karena banyak uang. sebagai orang tua harus menunjukkan cara yang benar untuk mencapai sebuah jabatan karena jika jabatan yang didapatkan dengan cara mengatur semuanya dengan uang atau melakukan suap sebenarnya sama juga mendaftarkan anak masuk neraka jika kelak anaknya menjadi perangkat desa, dan itu tidak sesuai budaya orang tanjunganom yang dikenal religius.

untuk pengawas kecamatan harusnya netral tidak usah menanggapi kemauan segelintir orang yang punya uang yang hendak mengatur proses hingga mengkondisikan calon terrtentu. kami warga jika mengetahui ada kecurangan maka kami tidak segan akan membawa keproses hukum siapapun itu dan jika perlu kami juga sanggup mendatangkan team dari luar untuk mengawal proses pengisian perangkat desa yang profesional dan rapi sesuai dengan keahliannya.

(RED)

 

Published by

Categorised in: ,

No comment for Ketua Panita Abdul Gofur Menyimpan Rahasia Besar Terkait Pengisian Perangkat Desa Tanjunganom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *