Bupati Sudewo Kenalkan Pamelo, Kopi, dan Tape Gembong ke Tingkat Nasional

by -22 Views

PATI, SUARAPATINEWS.com – Bupati Pati, Sudewo, melakukan kunjungan ke sentra produksi UMKM dan pertanian unggulan di Kecamatan Gembong, Jumat (2/1/2026) Kunjungan tersebut menyasar Sentra Tape Gembong, Kebun Jeruk Pamelo, serta Kebun Kopi Bageng sebagai upaya mempromosikan kekayaan lokal Kabupaten Pati ke tingkat regional dan nasional.

Di Sentra Tape Gembong, Sudewo meninjau langsung proses dan hasil produksi tape yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Ia menilai tape Gembong memiliki kualitas unggul dari segi warna, rasa, dan tekstur sehingga layak dipromosikan lebih luas.

“Berada di sentra produksi Tape Gembong, tapenya seperti ini, warnanya kuning-kuningan, menarik, rasanya lezat sekali, teksturnya tidak berserat sama sekali. Inilah produk unggulan dan kekayaan geografis Kabupaten Pati yang akan saya perkenalkan kepada Pak Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, serta bupati dan wali kota se-Jawa Tengah,” ujar Sudewo.

Kunjungan dilanjutkan ke kebun Jeruk Pamelo yang menjadi salah satu ikon pertanian Kabupaten Pati. Sudewo menyebut jeruk pamelo Pati memiliki kualitas rasa yang istimewa dan menjadi komoditas unggulan daerah yang terus berbuah sepanjang tahun.

“Ini jeruk pamelo unggulan Kabupaten Pati. Rasanya manis, teksturnya lembut, airnya banyak, tidak pahit, tidak berserat, dan tidak berbiji. Inilah jeruk pamelo yang kemarin saya kirim kepada Pak Gubernur dan bupati serta wali kota se-Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas panen jeruk pamelo dengan memetik buah pada usia yang tepat. Menurutnya, jeruk yang dipanen matang akan menghasilkan kualitas rasa tinggi dan nilai jual yang lebih baik.

“Saya minta kepada kelompok tani dan pedagang agar tidak memetik jeruk saat masih muda. Petiklah jeruk pamelo yang sudah tua karena kualitasnya tinggi, rasanya enak, dan harganya juga tinggi,” tegas Sudewo.

Selain tape dan jeruk pamelo, Sudewo turut mengunjungi Kebun Kopi Desa Bageng dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal. Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap potensi kopi robusta yang akan dikembangkan secara serius mulai tahun 2026.

“Saya sangat bangga punya kebun kopi robusta ini. Di tahun 2026, untuk Kecamatan Gembong kebutuhan bibit kopi sekitar 120 ribu pohon dan akan kami bantu melalui APBD Perubahan 2026. Untuk Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal sedang dalam pendataan,” pungkasnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.