PATI, SUARAPATINEWS.com – Kondisi Jalan Kabupaten (JLS) yang menghubungkan wilayah Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, mendapat perhatian setelah mengalami kerusakan parah dan disebut hampir empat tahun belum tersentuh rehabilitasi.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, memenuhi undangan melalui WhatsApp dari Kepala Dusun (Kadus) Munaji, Desa Bumirejo, untuk melakukan pengecekan langsung kondisi jalan tersebut pada Rabu (7/10/2026).
Dalam pengecekan di lokasi, Riyoso melihat secara langsung kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, Jalan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat, termasuk warga dukuh Blado desa Bumirejo.
Kadus Munaji mengatakan, pihaknya bersyukur karena komunikasi dengan Plt Bupati Pati Candra dan Kepala DPUTR Pati mendapat respons positif. Menurutnya, rehabilitasi jalan tersebut telah dimasukkan dalam APBD Perubahan Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026.
“Alhamdulillah, berkat komunikasi dengan Pak Plt Bupati Pati Candra dan Kepala DPUTR Pati, jalan ini sudah dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2026,” ujar Munaji.
Ia menjelaskan, saat ini APBD Kabupaten Pati masih dalam proses pengesahan. Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut diperkirakan dapat mulai dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November 2026.
“APBD Kabupaten Pati masih dalam tahap proses pengesahan. Perkiraannya akhir Oktober atau awal November sudah dilaksanakan,” jelasnya.
Munaji juga menyampaikan bahwa keresahan masyarakat, khususnya para pemuda, merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan.
Sebelumnya, sejumlah pemuda warga dukuh Blado desa Bumirejo bahkan memasang banner berisi kritik terkait kondisi jalan. Banner tersebut bertuliskan, “Jalan Rusak Parah, Sampai Kapan? Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak.”
Menurut Munaji, dirinya tidak menyalahkan para pemuda yang memasang banner tersebut. Justru, hal itu dinilai sebagai bentuk keprihatinan warga terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
“Mereka tidak saya salahkan. Khususnya pemuda Blado merasa malu dengan kondisi jalan di wilayahnya yang rusak parah dan menjadi gunjingan para pengguna jalan,” ungkap Munaji.
Ia berharap rencana rehabilitasi tersebut segera terealisasi sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses jalan yang aman dan nyaman.
Dengan masuknya rehabilitasi JLS Bumirejo dalam APBD Perubahan 2026, masyarakat berharap perbaikan tidak hanya menjadi rencana, tetapi segera direalisasikan sesuai jadwal yang telah disampaikan. (tik)





