
PATI, SUARAPATINEWS.com – Sebanyak kurang lebih 400 orang petani yang tergabung dalam kelompok perhutanan sosial menggelar aksi audiensi di depan halaman Kantor Dinas Pertanian (Dispertan), Kamis (9/4/2026) Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan atas pemenuhan pupuk bersubsidi yang dinilai masih sulit diakses oleh para petani.
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah memberikan kemudahan dalam distribusi pupuk bersubsidi, khususnya bagi petani yang mengelola lahan perhutanan sosial.
Saman, Koordinator aksi, dalam orasinya menegaskan bahwa pupuk merupakan kebutuhan utama bagi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, hingga saat ini, banyak petani yang masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Pupuk harus dipermudah, Jangan sampai petani kesulitan hanya karena prosedur yang berbelit atau distribusi yang tidak merata,” tegas Saman di hadapan massa aksi.
Senada dengan itu, Selamet, perwakilan petani dari Desa Pegandan, juga menyampaikan keluhan serupa, dalam orasinya, ia mengungkapkan bahwa keterbatasan pupuk sangat berdampak pada hasil panen petani.
“Kami sebagai petani sangat bergantung pada pupuk bersubsidi, kalau pupuk sulit didapat, tentu hasil panen kami menurun dan berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Selamet.
Aksi audiensi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi, khususnya bagi petani di sektor perhutanan sosial.
Perwakilan massa aksi masih menunggu tanggapan dari pihak Dispertan untuk berdialog dan mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. (red)





