Tuesday, 23-07-2024 04:49:56 pm
Home » Seniman » Sugeng Tindak Ki Seno Nugroho, Semoga Husnul Khatimah

Sugeng Tindak Ki Seno Nugroho, Semoga Husnul Khatimah

(1013 Views) November 5, 2020 5:54 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Yogyakarta – Duka besar menyelimuti keluarga besar warga laras yang kehilangan sosok panutan, selain sebagai sosok seorang orang tua dengan para pesinden dan wiyogo yang selalu menjadi teman karib, sahabat, anak dan teman dalam suka dan duka, Rabu tgl (04/11/20).

RIP Ki Seno Nugroho.

Duka mendalam juga menyelimuti seluruh penggemar PWKS yang mengantarkan dalam pembaringan terakhir sang pujangga, sang maestro Dalang yang sudah malang melintang di dunia hiburan seni pakeliran saat ini.



“Tan samar pamoring sukma,
Sinuk maya winahya ing ngasepi.

Sinimpen telenging kalbu,
Pambukaning warana, tarlen saking liyep layaping ngaluyup, pindha pesating sumpena, sumusuping rasa jati”.

Tembang gedhe kang dadhos suluk pedhalangan, ngemu makna saha piwulang ingkang luhur.

Tansah emut dumatheng “Sangkan paraning dumadi” lan dadhos titah ingkang migunani, mboten dhamel cintrakaning liyan.

Wilujeng tindhak Ki Seno Nugroho marak ing kaswargan jati, mugi brayat tinilar pinaringan tabah lan tawakal. Amin Yra…

TANCEP KAYON

Wayang adalah bayangan atau gambaran kehidupan manusia sehari-hari, sebagai gambaran dunia kecil.

Ada yang baik ada yang jahat, ada intrik politik, juga ada perselingkuhan (salah satu contohnya Raden Samba dengan Dewi Haknyanawati).

Dalam pertunjukan atau pagelaran wayang kulit, ada bedhol kayon dan tancep kayon.

Bedhol kayon – wayang dengan simbol gunungan – adalah pencabutan pertama dalam suatu pagelaran wayang kulit sebagai tanda dimulainya pertunjukan tersebut.

Sedangkan tancep kayon adalah menancapkan kayon tegak lurus di akhir pagelaran, yang bermakna pertunjukan selesai.

Penonton pulang dengan kesannya masing-masing seakan akan terbang terbawa oleh suasana tersebut di alam pewayangan.

Wayang, jika mati dalam adegan peperangan, akan dimasukkan kotak dan dapat dipergunakan lagi pada pertunjukan atau pagelaran berikutnya dan seterusnya. Sedangkan manusia jika sudah ‘tancep kayon’ maka akan kembali ke alam langgeng atau kehidupan abadi dan akan menjalani pengadilan suci dari Sing Gawe Urip.

Para pujangga lan winasis ngendikaake, yen urip ning alam donya kuwi ibarat ming mampir ngombe, kadya sagebyaring thathit.

Perjalanan hidupmu di dunia yang gegap-gempita dengan berbagai romantikanya, suka dan duka sebagai selebrita dhalang idola, dhalang kondhang sejagad, dhalang fenomenal, dhalang seribu malam, dengan penggemar di seluruh dunia (baik yang tergabung dalam PWKS – Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho – maupun tidak), berakhir sudah.

Namun karyamu akan tetap dikenang dan dinikmati sepanjang masa seperti dhalang² yang telah mendahului surud.

Kiprahmu yang sangat menghibur, gaya pakeliranmu yang mudah dipahami dan diikuti menjadikan kawula muda menyenangi wayang, yang beberapa tahun lalu sempat redup.

Semoga amal ibadahmu diterima dan diampuni segala dosa dan kesalahanmu oleh Gusti Allah ingkang murba jagad. Innalillahi wa inna ilayhi raji’un.

Sugeng tindak kondur dhateng kasedan jati, marak katimbalan dening Gusti Allah SWT, Ki Seno Nugroho semoga husnul khatimah. Lahum Al-Fatihah.

Duka yang mendalam atas meninggalnya dalang paling kondang di Indonesia asal Yogyakarta Ki Seno Nugroho pada hari Selasa malam tgl 3 November 2020.

Dunia seni pewayangan kehilangan satu lagi seniman besar yang banyak berjasa dalam mengembangkan wayang kulit.

Semoga Ki Seno Nugroho diterima di surga mulia dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.

Apa hendak dikata, Ki Seno Nugroho sudah tiada lagi di dunia fana ini, sedih begitu dalam, sang penghibur telah menjemput takdirnya, kita temani dan terus support wargo laras, sang penghibur yang tersisa, agar tetap tegar dan tetap semangat untuk terus berkarya, salam erat persaudaraan slalu juga untuk para sinden luar biasa bertalenta wargo laras,” ujar salah satu penggemar.

Thatin, Ika, Ayu, Agnes, Oriza, Anting, Tiwi, Bu Prastiwi, Netty, Wahyu, Sholihin, ki Geter dan lainnya yang selama ini setia mendampingi sang maestro Ki Seno Nugroho yang dengan hebat dan gegap gempita telah menghibur kita semuanya, sugeng tindak Ki Seno Nugroho. ($.tikno)

Published by

Categorised in:

No comment for Sugeng Tindak Ki Seno Nugroho, Semoga Husnul Khatimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *