PATI, SUARAPATINEWS.com – Polemik pemasangan tiang listrik PLN di Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, menjadi perhatian warga, Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Aula Balai Desa Wonorejo, Selasa (18/8/2026).
Dalam audiensi tersebut, warga mempertanyakan proses pemasangan tiang listrik yang dinilai belum disertai pemberitahuan atau sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Wonorejo, T.A. Fitrayanto, saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa untuk sementara pelaksanaan pemasangan tiang listrik PLN dihentikan terlebih dahulu sampai terdapat informasi lebih lanjut.
“Pelaksanaan pemasangan tiang listrik PLN dihentikan dulu sampai ada informasi lebih lanjut terkait hal tersebut,” ujar T.A. Fitrayanto.
Ia menjelaskan, dokumen yang ditandatanganinya berkaitan dengan permohonan izin pemasangan gardu dan trafo. Sementara itu, terkait pemberitahuan kepada warga, pihak pemerintah desa menyebut belum ada pemberitahuan kepada masyarakat.
“Itu yang tanda tangan saya dan keterangannya hanya permohonan izin pemasangan gardu dan trafo. Untuk pemberitahuan warga belum ada,” jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah Desa Wonorejo pada prinsipnya akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berupaya menampung aspirasi warga terkait persoalan tersebut.
“Prinsipnya kami dari pemerintah desa memberikan layanan kepada masyarakat yang ada di Wonorejo,” imbuhnya.
Sementara itu, aktivis Slamet Widodo, SH, yang akrab disapa Om Bob, mengatakan pihaknya memahami bahwa dalam audiensi tersebut kemungkinan belum bisa menghasilkan titik temu secara langsung.
Menurutnya, pihak PLN yang hadir dalam audiensi dinilai lebih pada menyerap aspirasi warga untuk kemudian disampaikan kepada pimpinan.
“Sebenarnya kita menyadari bahwa tidak akan ada titik temu, karena PLN sendiri yang diutus hanya mungkin menyerap aspirasi, baru nanti disampaikan ke pimpinan,” kata Om Bob.
Meski demikian, ia berharap persoalan pemasangan tiang listrik tersebut dapat kembali dibahas dan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Harapan kami, terlepas apa pun, kalau mau disosialisasikan lagi, didiskusikan lagi kepada masyarakat, kita juga terbuka,” tegasnya.
Namun, apabila ke depan tidak ada pola komunikasi maupun sosialisasi kepada masyarakat, Om Bob menegaskan pihaknya akan meminta agar tiang listrik yang telah dipasang tersebut dicabut.
“Tapi kalau tidak ada pola itu ke depannya, ya tetap PLN saya suruh cabut tiang listriknya,” pungkasnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi atas persoalan pemasangan tiang listrik, sekaligus memastikan adanya komunikasi dan keterbukaan antara pihak PLN, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Wonorejo. (tik)





