
PATI, SUARAPATINEWS.com – Tradisi sedekah bumi atau bersih desa di Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati kembali digelar meriah pada tahun 2026.
Kegiatan yang menjadi warisan budaya turun-temurun ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa.
Kepala Desa Karangsari, Asrorudin, saat diwawancarai wartawan menyampaikan bahwa sedekah bumi merupakan tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Pati.
“Acara ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan secara serentak oleh warga Karangsari, Ini adalah warisan kebudayaan yang harus kita jaga bersama.
Saya selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi partisipasi seluruh masyarakat dalam pelaksanaan sedekah bumi tahun 2026 ini,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak malam Senin dengan acara selametan yang berlangsung khidmat.
Selanjutnya, pada hari Senin digelar kegiatan di punden Mbah Umar dan Punden Melati yang berada di Dukuh Ngibing sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Puncak acara digelar pada hari ini, Selasa (21/4/2026), dengan berbagai kegiatan meriah yang dipusatkan di lingkungan desa. Malam harinya, masyarakat akan disuguhkan hiburan wayang kulit yang digelar di halaman Balai Desa Karangsari.
Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama dengan adanya karnaval Gunungan yang di arak keliling desa dan dimeriahkan oleh 14 kelompok sound horeg yang turut memeriahkan suasana desa.
Pemerintah desa berharap seluruh rangkaian kegiatan, khususnya karnaval yang digelar pada hari Selasa ini, dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif.
“Harapan kami, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud,” pungkas Asrorudin.
Sedekah bumi Karangsari tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat. (stn)





