Ilmu Tanpa Amal Ibarat Pohon Yang Tak Berbuah!

by -326 Views

Suarapatinews. Pati – Sebagaimana yang sering kita dengar di pesantren, “al-ilmu bila amalin kassyajari bila tsamarin”.

Maksutnya adalah apabila kita mempunyai ilmu tapi tidak kita amalkan itu bagaikan pohon yang tak berbuah.

Menurut penulis, ungkapan hikmah ini mempunyai dua makna yang tersirat.

Yang pertama, seseorang yang mempunyai ilmu baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama, tetapi selama dia mempunyai ilmu tidak pernah bersikap layaknya orang yang berilmu.

Seperti durhaka kepada orang tua, bersikap kasar kepada orang lain, tidak mengerjakan hal-hal yang dianjurkan di agama, bahkan melakukan sesuatu yang dilarang agama dan dilarang Negara.

Bahkan ada yang mengungkapkan bahwa orang yang mengetahui hukum agama tetapi tetap melakukan hal yang dilarang agama, maka dosa dia lebih besar dari orang yang tidak mengetahuinya.

Inilah salah satu makna yang tersirat dalam ungkapan diatas, bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon yang tak berbuah.

Yang kedua, seseorang yang mempunyai ilmu tetapi tidak diamalkan dan di bagikan kepada orang lain, serta tidak mau mengajarkan ilmu yang dia punya kepada orang lain maka ilmu yang ia punya ibarat pohon yang sangat lebat, tetapi tidak berbuah yang bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Seperti yang penulis rasakan, semakin kita memberikan ilmu yang kita punya kepada orang lain, maka semakin tambah pula ilmu kita.

Yang awalnya kita lupa ilmu yang kita punya akhirnya kita akan diingatkan kembali.

Apalagi ditambah dengan ketulusan dan hati ikhlas saat berbagi ilmu kepada orang lain, maka kualitas ilmu seseorang akan semakin bertambah dan meningkat.

Tetapi sebaliknya, jika ia tidak mengamalkan ilmu yang ia punya, maka ilmu itu akan berhenti dan tidak akan bertambah.

Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang artinya, “Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu yang ia miliki, maka Allah akan mewariskannya ilmu yang belum diketahuinya.”

Ilmu yang diamalkan ibarat pohon yang berbuah sangat banyak, sehingga memberikan manfaat kepada orang lain.

Maka dari itu ilmu harus di amalkan, mulai dari diri kita sediri sampai orang lain.

Ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu investasi kita di dunia.

Maksutnya adalah, kita memberikan ilmu untuk orang lain, dan dia selalu amalkan bahkan sampai kita meninggal dunia, maka pahala kita tidak akan terputus.

Selama ilmu yang kita berikan itu masih dipelajari, selama itulah orang yang pertama kali mengajarkannya akan mendapat pahala secara terus-menerus di masukkan kedalam catatan amal kebaikannya.

Dalam agama kita, bahwa islam sangat mewajibkan tentang perlunya menuntut ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari kemudian menyampaikan pula ilmu tersebut untuk di manfaatkan orang lain pula.

Baik itu ilmu yang fardhu ain maupun ilmu yang fardhu kifayah.

Mengingatkan kembali bahwa ada tiga amal yang berkualitas, kekal, dan bernanfaat baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Yang mana tidak akan putus pahalanya sampai kita meninggal dunia, yaitu shodaqoh jariyyah, anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya, dan ilmu yang beranfaat.

Yuk, marilah kita perbanyak amal untuk bekal di akhirat nanti. Dan pastikan amal kita sangat bermanfaat bagi kita dan orang lain.

Oleh : Endang Rosyidah KKN MDR Charisma IPMAFA

No More Posts Available.

No more pages to load.