PATI, SUARAPATINEWS.com – Kondisi jembatan penghubung di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, yang menghubungkan wilayah Desa Sokokulon dan Desa Banyuurip, kini semakin memprihatinkan.
Jembatan yang telah lama mengalami kerusakan itu akhirnya ambrol dan berlubang lebar, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Meski warga setempat telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya, kondisi jembatan terus memburuk akibat usia bangunan dan minimnya penanganan dari pemerintah.
Kepala Desa Pegandan, Sudarmono, saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa jembatan tersebut memiliki peran sangat penting sebagai akses utama dan jalur alternatif bagi masyarakat di beberapa wilayah, Selasa (9/6/2026).
“Sejak tahun 1985 jembatan ini belum pernah mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pati, sudah beberapa kali kami usulkan, tetapi selalu terbentur alasan anggaran dan belum masuk skala prioritas,” ujar Sudarmono.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi akses vital bagi sedikitnya empat pedukuhan, di Desa Pegandan sendiri terdapat dua pedukuhan yang sangat bergantung pada jalur tersebut, yakni Dukuh Jengglong dan Dukuh Sempulawang.
Selain itu, warga Desa Sokokulon dan Banyuurip juga memanfaatkan jembatan tersebut sebagai jalur alternatif yang strategis.
“Sentral aktivitas masyarakat banyak melewati jalur ini, Bagi warga Sokokulon dan Banyuurip, jembatan ini menjadi akses penting untuk mobilitas sehari-hari,” tambahnya.
Sudarmono mengaku pihak pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan keluhan warga kepada Pemerintah Kabupaten Pati.
Bahkan, sekitar satu tahun lalu dirinya sempat bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) DPUTR Kabupaten Pati, Riyoso.
“Waktu itu beliau menyampaikan akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan,” katanya.
Setelah terjadinya ambrol pada bagian jembatan, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati diketahui telah datang ke lokasi.
Namun, langkah yang dilakukan baru sebatas memasang banner peringatan bertuliskan ‘Hati-Hati Jembatan Rusak’.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Pegandan berharap Pemkab Pati, khususnya DPUTR Kabupaten Pati, dapat memasukkan pembangunan jembatan tersebut dalam skala prioritas pembangunan tahun 2027.
“Kami sangat prihatin dengan keluhan masyarakat yang selama ini terus disampaikan kepada pemerintah desa.
Harapan kami, pemerintah kabupaten segera memberikan perhatian serius karena jembatan ini menyangkut keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Sudarmono.
Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa akibat kondisi jembatan yang semakin membahayakan. (tik)





