Warga Badegan Tolak Rencana Program Pamsimas, Sebut Belum Ada Sosialisasi

PATI, SUARAPATINEWS.com – Sejumlah warga Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menyampaikan penolakan terhadap rencana pengajuan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dalam audiensi yang digelar di Aula Kecamatan Margorejo, Senin (24/8/2026).

Audiensi tersebut dihadiri Camat Margorejo Arief, Kepala Desa Badegan Anthonius, perwakilan Kapolsek Margorejo, perwakilan Koramil, serta pendamping Pamsimas. Dari pihak warga, hadir perwakilan RT 3 RW 3 Subur, RT 2 RW 3 Sukarno, serta tokoh masyarakat Darmin.

Dalam audiensi, warga menyampaikan keberatan terhadap rencana program Pamsimas, Warga menilai kebutuhan air di Desa Badegan saat ini sudah mencukupi sehingga program tersebut dinilai belum diperlukan.

Selain persoalan kebutuhan air, warga juga mempertanyakan proses pengajuan program karena mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi sebelumnya.Kami warga Desa Badegan menolak program Pamsimas karena kondisi air di desa sudah mencukupi. Selain itu, sebelumnya belum ada sosialisasi kepada masyarakat,” ungkap perwakilan warga dalam audiensi.

Sementara itu, Camat Margorejo Arief menerangkan bahwa apabila masyarakat tidak menyetujui adanya program Pamsimas, maka proses penolakan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami menyampaikan bahwa kalau memang tidak setuju dengan adanya program Pamsimas, penolakan ini harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” terang Arief.

Kepala Desa Badegan Anthonius saat ditemui awak media menjelaskan bahwa persoalan tersebut menurutnya terjadi karena adanya kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa rencana Pamsimas tersebut masih dalam tahap awal dan belum merupakan program yang sudah berjalan.

“Ini sebenarnya kesalahpahaman. Ini masih rencana dan masih bertahap. Intinya, program ini tidak jadi dan dibatalkan,” jelas Anthonius.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat dan seluruh pihak dapat menjaga komunikasi serta kondusivitas desa.

Sementara itu, pesan dari aparat penegak hukum (APH) yang hadir dalam audiensi menekankan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan kegaduhan.

Seluruh pihak diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi dan jalur yang sesuai sehingga situasi di Desa Badegan tetap aman dan kondusif.

Audiensi tersebut menjadi ruang bagi warga dan pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meluruskan informasi terkait rencana program Pamsimas di Desa Badegan. (tik)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *