Saturday, 04-12-2021 01:54:17 pm
Home » Pendidikan » MENUMBUHKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS BHINEKA TUNGGAL IKA

MENUMBUHKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS BHINEKA TUNGGAL IKA

(450 Views) November 19, 2020 4:00 am | Published by | No comment

Suarapatinews. Pati – Masyarakat Indonesia merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki beragam budaya dengan sifat kemajemukannya.

Penulis : Sri Muryati (Peserta KKN MDR 2020 IPMAFA PATI, Kelompok KKN AKHTARA)

Artinya bangsa Indonesia adalah bangsa dengan banyak perbedaan, baik perbedaan budaya, bahasa, agama, ras, suku, dan lain-lain.



Dalam hal Agama, Pemerintah Indonesia mengakui enam agama, diantaranya adalah Islam, Kristen, katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Keberagaman agama tersebut merupakan sebuah kekayaan atau keistimewaan bagi Bangsa Indonesia, yang seharusnya patut kita syukuri, karena dengan keberagaman yang ada di Indonesia menjadikan kita sebagai masyarakat Indonesia dapat belajar untuk hidup toleransi dalam bermasyarakat khususnya dalam lingkup agama.

Sehingga Keberagaman tersebut bisa mengajarkan kita tentang ragam yang menyatukan perbedaan dan dapat kita kenal dengan istilah “Moderasi Beragama”. Taukah Kalian, Apa itu Moderasi Beragama?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Moderasi memliki dua arti yaitu pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Dari dua arti tersebut, kita bisa memahami bahwa moderasi beragama merupakan suatu proses sikap dalam memahami sekaligus menjalankan ajaran agama yang dianutnya secara adil, seimbang dan tidak ekstrem agar terhindar dari perilaku yang menyimpang yang tidak diajarkan di dalam agama.

Misalnya, menuduh tanpa bukti, merampas hak milik orang lain, menghakimi seseorang tanpa bertanya terlebih dulu apa permasalahannya, dan sebagainya.

Untuk mencegah terhadap berbagai sikap dan praktek dari paham-paham keagamaan radikal, yang berpotensi menjadi gangguan terhadap kerukunan umat beragama, maka kita harus menumbuhkan sikap moderasi beragama. Seberapakah penting sikap moderasi beragama bagi kita?

Dalam bukunya yang berjudul “Moderasi Beragama” Mantan Menteri Agama Bapak Lukman Hakim Saifuddin mengajak kita sebagai kaum milenial untuk dapat memahami sikap moderasi beragama.

Karena, sikap ini menjadi formula ampuh dalam merespons dinamika zaman di tengah maraknya intoleransi, ektremisme dan fanatisme berlebihan yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia.

Untuk menyingkapi hal tersebut, kita tidaklah risau karena di Negara Indonesia yang kita tempati ini memiliki semboyan pemersatu bangsa yaitu semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya Berbeda-beda namun tetap satu jua.

Semboyan yang penuh dengan makna bagi keanekaragaman yang dimiliki oleh Indonesia, terpampang jelas terletak pada burung garuda lambang negara kita Indonesia, itu berarti negara kita ini sangat menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman.

Untuk menyatukan keanekaragaman beragama, maka semboyan Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari kitab Kuno Sutasoma karangan Mpu Tantular pada abad ke-14 itu dijadikan sebagai kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk menyatukan, mengutuhkan, dan meneguhkan bangsa Indonesia yang majemuk. Dalam semboyan tersebut memiliki makna bahwa kemajemukan yang ada di Indonesia tidak menjadi penghalang untuk pemersatu bangsa dalam mencapai tujuan bersama.

Disamping itu, bagi setiap masyarakat Indonesia, semboyan Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai dasar untuk melaksanakan perwujudan terhadap kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia.

Maka dari itu, sudah selayaknya Bhineka Tunggal Ika diwujudkan dalam moderasi beragama, misalnya dengan cara menjalani kegiatan keagamaan dengan saling menghormati dan menghargai terhadap pemeluk agama lain.

Negara Indonesia juga sudah menjamin kebebasan untuk warganya dalam memeluk agama yang diyakininya. Seperti yang terdapat dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Dengan adanya jaminan dalam kebebasan beragama yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia tersebut, seharusnya kita bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai dalam hidup bermasyarakat.

Serta menjadikan keberagaman suatu bentuk yang biasa bukan sesuatu yang dianggap aneh.

Percayalah sahabat bahwa hidup berdampingan dalam perbedaan beragama dengan konteks Bhineka Tunggal Ika itu sungguh indah. (Sri Muryati)

Published by

Categorised in:

No comment for MENUMBUHKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS BHINEKA TUNGGAL IKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *